New Orleans gelap gulita setelah diterjang Badai Ida

New Orleans gelap gulita setelah diterjang Badai Ida

Tim tanggap bencana AL Cajun menyingkirkan pohon yang tumbang akibat Badai Ida di Donner, Louisiana, AS, Minggu (29/8/2021). (ANTARA/REUTERS)

New Orleans (ANTARA) - Kota New Orleans gelap gulita pada malam hari setelah Badai Ida yang menerjang Louisiana, AS, dari Teluk Meksiko, memicu hujan lebat yang menyebabkan banjir dan angin kencang yang menumbangkan pohon-pohon dan kabel listrik.

Meski intensitasnya telah berkurang banyak ketika memasuki daratan ke arah Mississippi barat pada Senin pagi, badai tersebut diperkirakan akan terus memicu hujan deras "yang kemungkinan akan memicu banjir yang mengancam jiwa", kata Pusat Badai Nasional.

Pada Minggu (29/8) malam, kantor sheriff di Ascension Parish melaporkan korban jiwa pertama akibat badai besar pertama tahun ini yang melanda AS tersebut.

Seorang pria 60 tahun tewas tertimpa pohon yang tumbang di rumahnya di dekat Baton Rouge, ibu kota Negara Bagian Louisiana.

Ida mencapai daratan pada Minggu tengah hari sebagai badai ganas Kategori 4 dengan kecepatan angin mencapai 240 km per jam di Port Fourchon, pusat dari industri minyak lepas pantai di Teluk Meksiko.

Kemunculannya berselang 16 tahun setelah Badai Katrina, salah satu badai paling merusak dan mematikan di AS, menghantam Pantai Teluk, serta setahun setelah Laura -- badai Kategori 4-- melanda Louisiana.

Baca juga: New Orleans digenangi banjir, hadapi kemungkinan badai

Presiden AS Joe Biden telah menetapkan status bencana besar di negara bagian itu dan memerintahkan pengiriman bantuan federal untuk meningkatkan upaya pemulihan wilayah-wilayah terdampak.

Ida menghantam daratan ketika Louisiana tengah berjuang melawan lonjakan infeksi COVID-19 yang membebani sistem kesehatan mereka.

Diperkirakan 2.450 pasien COVID-19 masih dirawat di rumah sakit di seluruh negara bagian itu dan banyak di antaranya masih berada di ruang perawatan intensif.

Matinya generator listrik di RS Daerah Thibodaux di New Orleans  barat daya memaksa petugas medis membantu pasien untuk bernapas tanpa ventilator selama dipindahkan ke ruang lain, kata departemen kesehatan setempat.

Selama 12 jam berada di darat, Ida berangsur melemah hingga menjadi badai Kategori 1 dalam skala lima-level Saffir-Simpson dengan kecepatan angin tertinggi mencapai 135 km per jam ketika badai itu bergerak sekitar 160,9 km melewati New Orleans, kota terbesar di Louisiana, pada Senin pagi.

Pada saat itu, Ida telah membuat sebagian besar garis pantai di negara bagian tersebut terendam air. Banjir bandang terjadi di sepanjang Louisiana tenggara, kata Pusat Badai Nasional.

Hampir seluruh produksi minyak lepas pantai Teluk ditangguhkan sebelum badai menerjang.

Pelabuhan-pelabuhan utama di sepanjang pantai Louisiana dan Mississippi ditutup dari kegiatan pengapalan.

Padamnya aliran listrik pada Minggu malam terjadi di seluruh kawasan metropolitan New Orleans, menyusul kegagalan delapan jalur transmisi untuk mengalirkan listrik ke kota itu, kata perusahaan listrik Entergy Louisiana.

Salah satu menara transmisi roboh ke Sungai Mississippi, kata Departemen Penanganan Darurat Jefferson Parish.

Lebih dari satu juta rumah dan tempat bisnis di Louisiana tak mendapat aliran listrik pada Minggu malam, menurut situs penelusuran PowerOutage.us.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kerugian akibat Badai Harvey setara dengan Badai Katrina

​​​​​​​Baca juga: Lima mantan presiden Amerika Serikat galang dana untuk korban badai Harvey
​​​​​​​

 

Badai Beta picu hujan deras dan banjir di Texas, AS

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar