Pemkab Aceh Barat kerja sama dengan BPIP penguatan Pancasila di Aceh

Pemkab Aceh Barat kerja sama dengan BPIP penguatan Pancasila di Aceh

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi bersama Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS, memperlihatkan naskah nota kesepakatan bersama (MoU) terkait penguatan dan pembumian Pancasila, berlangsung di Kantor BPIP Jakarta, Senin (30/8/2021). ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

Kerja sama ini nantinya bisa membangkitkan dan menggelorakan pembumian Pancasila di Aceh Barat
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melakukan kerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai upaya dalam membumikan Pancasila ke penjuru Indonesia.

“Kerja sama ini sangat baik, dimana kerja sama ini memasuki bidang lain dari segi perekonomian yang sudah mereka jalankan dan menunjukkan kepada BPIP bagaimana penguatan pembumian Pancasila yang sudah berjalan di Aceh Barat," kata Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi, di Jakarta, Senin.

Dirinya mengaku sangat senang dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat di Aceh Barat.

Ia menyatakan kerja sama ini nantinya bisa membangkitkan dan menggelorakan pembumian Pancasila di Aceh Barat.

Dalam pertemuan tersebut, kata Yudian Wahyudi, Bupati Aceh Barat juga meminta pembinaan dari BPIP bukan hanya kepada aparatur sipil negara (ASN) saja, akan tetapi membina kepada masyarakat sampai ke pedalaman.

“BPIP juga diminta membina masyarakat hingga ke kampung-kampung untuk pembinaan Pancasila dan diharapkan bisa dilihat langsung oleh Pak Presiden nantinya,” ujarnya lagi.
Baca juga: Jokowi ingin Yudian Wahyudi percepat pembumian Pancasila ke milenial


Bupati Aceh Haji Ramli MS mengatakan pembumian Pancasila ini sangat penting dilakukan, sebagai upaya pemerintah daerah untuk menerapkan dan menanamkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"MoU yang kami lakukan ini merupakan suatu regulasi dan kesepakatan, dan yang terpenting adalah tindak lanjut dalam membumikan Pancasila. Bahwa butir-butir Pancasila itu yang harus diterapkan dan bukan hanya terpampang saja. Inilah yang sudah kami lakukan di Aceh Barat terkait pembumian Pancasila ini sudah kami lakukan," katanya pula.

Ramli mengatakan dalam pembumian Pancasila nantinya, akan dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran, sehingga anak-anak usia dini bisa memahami Pancasila dengan sebenarnya.

Dia juga menekankan agar secepatnya dilakukan memasukkan kurikulum tersebut.

"Salah satu upaya kami memasukkan kurikulum dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi nanti akan kami usulkan ke pemerintah daerah untuk bisa memasukkan kurikulum itu," ujarnya lagi.
Baca juga: Yudi Latif sebut Unhan bisa jadi pusat "pembumian" Pancasila
Baca juga: BPIP-KPK kerja sama soal pendidikan dan pembumian Pancasila

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Puan Maharani: Pancasila adalah DNA bangsa Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar