Pendapatan Nelayan Pesawaran Turun Akibat Maraknya "Trawl"

Pendapatan Nelayan Pesawaran Turun Akibat Maraknya "Trawl"

Ilustrasi Menangkap ikan menggunakan Trawl

Pesawaran, Lampung (ANTARA News) - Pendapatan atau perolehan ikan nelayan di Pesisir Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung menurun akibat maraknya penggunaan alat tangkap "trawl" di perairan laut daerah itu.

"Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan para nelayan yang menggunakan alat tersebut mencari ikan di pesisir sehingga mengurangi hasil tangkapan nelayan tradisional terutama nelayan pancing dan jaring," ujar Iskandar, nelayan pancing di Desa Sidodadi Kecamatan Padangcermin, Pesawaran, Kamis.

Menurutnya, saat ini ikan di pesisir pesawaran terutama di sekitar pantai ringgung masih banyak nelayan yang tidak tahu asalnya dari mana menggunakan alat tangkap itu.

"Mereka tidak hanya satu kapal melainkan bergerak secara berkelompok dan berpindah-pindah, kami tidak bisa berbuat apa-apa, untuk itu besar harapan pemerintah dapat menertipkan penggunaan alat tersebut," pinta dia.

Ia menerangkan, alat tangkap trawl adalah jenis alat tangkap ikan dengan jaring hingga ke dasar laut yang dikaitkan di belakang kapal dalam kondisi berjalan sehingga dapat menjaring seluruh ikan yang ada, baik kecil ataupun besar.

Dengan demikian, kata dia, hal itu juga dapat merusak terumbu karang sehingga ikan-ikan yang hidup disekitarnya menjadi berkurang dan tentunya berefek pada nelayan tradisional.

"Biasanya dalam sekali melaut kami bisa mendapatkan tiga hingga lima peti, namun saat ini hanya setengahnya bahkan yang lebih parah lagi hanya satu hingga dua peti saja," terang dia.

Hal itu, menurut Yanuari nelayan lainnya, membuat nelayan enggan melaut karena hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan biaya untuk pergi melaut.

"Kami lebih baik diam di rumah dan mengerjakan pekerjaan lain daripada harus melaut yang tidak jelas hasilnya," sesal dia.

Ia mengharapkan pemerintah dan petugas terkait dapat lebih tanggap dalam menertibkan penggunaan alat tangkap itu sehingga tidak merugikan para nelayan.

Sebelumnya, Komunitas Pancing Lampung (KAPAL) mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran dapat menertibkan penggunaan "trawl" atau pukat di perairan laut setempat.

"Semakin maraknya penggunaan trawl akan mengganggu ekosistem laut sehingga para nelayan tradisional mengalami kerugian dan para pegiat pancing tidak dapat menyalurkan hobinya karena tidak ada ikan lagi akibat penggunaan alat tangkap tersebut," ujar Ketua Komunitas Pancing Lampung, Tommy, di Pantai Ringgung, Kabupaten Pesawaran.

Menurutnya, pemerintah dapat menertibkan dengan cara berpura-pura menjadi nelayan sehingga dapat mengelabuhi para nelayan yang menggunakan alat tangkap membahayakan tersebut.

Ia mengatakan, masih adanya jenis alat tanggap ikan trawl yang beroperasi di sekitar Perairan Pesawaran sangat merugikan nelayan, khususnya nelayan tradisional seperti pancing dan jaring. (ANT-050/K004)

Pewarta: NON
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Tata ulang PAD untuk bertahan di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar