Tingkatkan literasi, Kemenag gelar Festival Literasi Zakat Wakaf

Tingkatkan literasi, Kemenag gelar Festival Literasi Zakat Wakaf

Tangkapan layar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam konferensi pers Festival Literasi Zakat dan Wakaf, di Jakarta, Selasa (31/8/2021). ANTARA/Asep Firmansyah.

Dengan adanya program Festival Literasi Zakat Wakaf, masyarakat diharapkan mendapat informasi yang komprehensif sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan berzakat dan berwakaf,
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Festival Literasi Zakat Wakaf 2021 sebagai bagian untuk meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam berzakat dan berwakaf demi kemaslahatan umat.

"Dengan adanya program Festival Literasi Zakat Wakaf, masyarakat diharapkan mendapat informasi yang komprehensif sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan berzakat dan berwakaf," kata  Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamarudin Amin dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Selasa.

Festival ini digelar mulai 31 Agustus hingga 8 November yang diisi berbagai kegiatan mulai dari seminar soal zakat dan wakaf, digital expo, penganugerahan bagi para penderma, hingga pelaporan perkembangan nilai manfaat zakat.

Menurut dia berdasarkan survei indeks literasi zakat dan wakaf 2020 yang diakukan BAZNAS dan Badan Wakaf Indonesia menunjukkan angka literasi zakat hanya mencapai skor 66,78 atau masuk dalam kategori menengah.

Sementara indeks literasi soal wakaf mendapatkan skor 50,48 atau masuk dalam kategori rendah. Survei tingkat literasi ini menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya melek soal zakat dan wakaf, padahal nilai manfaat yang diberikan begitu besar dalam menjawab segala persoalan bangsa.

"Festival ini adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya digelar pada 2019. Kali ini festival digelar dalam dua fase yaitu fase pemahaman dan fase festival," katanya.

Ia mengatakan angka literasi zakat dan wakaf yang belum ideal ini tercermin dari belum terpenuhinya target pengumpulan dari potensi yang ada. Di sisi zakat, secara nasional potensinya mencapai Rp233 triliun per tahun, sementara wakaf potensinya mencaai Rp180 triliun per tahun.

"Potensi zakat nasional yang terkumpul pertahunnya mencapai Rp10 triliun, adapun potensi wakaf yang bisa terkumpul hanya Rp850 miliar," kata Kamarudin.

Ia berharap dengan digelarnya festival ini yang masuk dalam capaian indikator rencana strategi Kemenag 2020-2024 dapat meningkatkan persentase partisipasi masyarakat untuk berzakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf).

Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan jumlah dana dan kebermanfaatan dari Ziswaf yang terkumpul, demikian Kamarudin Amin.

Baca juga: Bank Indonesia nilai literasi terkait ziswaf perlu ditingkatkan

Baca juga: Generasi muda disasar Badan Wakaf Indonesia untuk literasi

Baca juga: Festival Literasi Zakat dan Wakaf 2019 dorong pemahaman soal ziswaf

Baca juga: YBM-BRI diharapkan mampu mentranformasi diri menjadi LAZ modern

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Meski libur digeser, perayaan Maulid di Aceh tetap meriah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar