Inggris bantah memaksa gerbang bandara Kabul dibuka sebelum ledakan

Inggris bantah memaksa gerbang bandara Kabul dibuka sebelum ledakan

Pasukan koalisi Inggris, koalisi Turki, dan Marinir AS mengawal seorang anak saat evakuasi berlangsung di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, dalam foto yang diambil Jumat (20/8/2021). Sgt. Victor Mancilla/U.S. Marine Corps/Handout via REUTERS/AWW/djo

London (ANTARA) - Inggris berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat dan tidak memaksa agar gerbang di bandara Kabul tetap di buka sebelum seorang pengebom bunuh diri menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan pada 26 Agustus.

Pernyataan itu dikeluarkan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Selasa. 

Pada Senin (30/8), media politik Politico menyebutkan bahwa pasukan Amerika memutuskan untuk membiarkan gerbang Abbey Gate terbuka lebih lama daripada yang mereka inginkan supaya Inggris terus dapat mengevakuasi personel.

"Kami mengeluarkan staf sipil kami dari pusat pemrosesan melalui Abbey Gate, tetapi tidak benar untuk berpikir bahwa, selain mengamankan staf sipil kami di dalam bandara, kami memaksa agar gerbang dibiarkan terbuka," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab kepada Sky News, Selasa. 

Dia mengatakan Inggris telah mengambil tindakan mitigasi, termasuk memperingatkan orang-orang untuk tidak datang ke bandara.

"Kami juga memindahkan tim sipil kami yang ada di Hotel Baron ke bandara, karena (berjarak) sepelemparan batu dari tempat serangan teroris terjadi, itu jelas tidak aman, tetapi langkah itu tidak mengharuskan Abbey Gate dibiarkan terbuka," kata Raab kepada BBC News.

Baca juga: Dua WN Inggris tewas dalam serangan di bandara Kabul

Raab membela tanggapannya terhadap Taliban yang mengambil alih Afghanistan, dan menolak laporan bahwa dia gagal melakukan cukup persiapan.

Raab, yang sedang berlibur saat Taliban merebut kendali di Afghanistan, tidak menelepon menteri luar negeri Afghanistan atau Pakistan dalam enam bulan sebelum krisis terjadi, menurut laporan Sunday Times.

"Politik adalah permainan kasar. Siapa pun yang meluangkan waktu selama krisis untuk memberikan laporan yang benar-benar tidak akurat dan tidak benar, saya khawatir tidak memiliki kredibilitas dan mungkin terlibat dalam penipuan," ujar dia.

Raab mengatakan Inggris telah mengamankan perjalanan bagi 17.000 orang, termasuk sekitar 5.000 warga negara Inggris sejak April, dan sisanya yang masih berada di Afghanistan berjumlah "beberapa ratus" orang.


Sumber: Reuters

Baca juga: Bom di bandara Kabul, mimpi buruk AS yang jadi kenyataan

Baca juga: Daftar negara-negara yang melakukan evakuasi dari Afghanistan

 

Ledakan di Kabul tewaskan 90 warga Afghanistan dan 13 tentara AS

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar