GTPP Denpasar: Tambahan 117 orang terpapar COVID-19

GTPP Denpasar: Tambahan 117 orang terpapar COVID-19

Tim GTPP COVID-19 Denpasar tengah melakukan penelusuran warga yang kontak erat dengan pasien COVID-19. ANTARA/HO-Humas Pemkot Denpasar

jangan sampai mengurangi kewaspadaan
Denpasar (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar, Bali menyebutkan ada tambahan harian sebanyak 117 orang terpapar virus corona atau lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya yang tercatat 65 orang.

"Hari ini kami mencatat sebanyak 117 orang terpapar COVID-19. Tapi tingkat kesembuhan 99 orang, sedangkan yang meninggal dunia enam orang," kata Juru Bicara GTPP COVID-19 Denpasar, I Dewa Gede Rai di Denpasar, Selasa.

Ia menjelaskan secara terperinci tren penularan bagi masyarakat yang belum vaksinasi masih tinggi, sehingga masyarakat diharapkan untuk mengikuti vaksinasi. Selain itu, kasus meninggal dunia juga masih tinggi dengan dominasi masyarakat yang belum vaksinasi.

Karena itu, kata Dewa Rai, diharapkan kewaspadaan bersama serta kesadaran untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan oleh semua masyarakat.

"Kondisi ini menggambarkan tantangan penanganan pandemi COVID-19 di Kota Denpasar dengan tipe masyarakat yang heterogen, sehingga diperlukan kerja sama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai.

Ia mengatakan berdasarkan data, secara akumulatif kasus positif tercatat 35.648 kasus, angka kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Denpasar mencapai 33.093 orang (92,83) persen), meninggal dunia sebanyak 861 orang (2,41 persen) dan kasus aktif masih dalam perawatan sebanyak 1.695 orang (4,75 persen).

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri tinjau fasilitas isolasi terpusat di Denpasar
Baca juga: ALC sediakan loloh untuk tingkatkan imun pasien COVID-19 di Denpasar


Dewa Rai mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM wilayah Jawa-Bali.

"Jangan sampai mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus COVID-19 di Denpasar meningkat. Kita harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam beberapa minggu terakhir kasus mengalami peningkatan," ujarnya.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai.

Baca juga: Isolasi terpusat jadi jurus Bali tekan penyebaran COVID-19
Baca juga: Bali terima bantuan 70 konsentrator oksigen dari GoTo
Baca juga: Sandiaga: Penurunan kasus COVID-19 sinyal pembukaan pariwisata Bali

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Denpasar akan selenggarakan acara peringatan HUT ke-76 RI sederhana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar