Camila Cabello sampaikan representasi feminisme dalam "Cinderella"

Camila Cabello sampaikan representasi feminisme dalam "Cinderella"

Camila Cabello menghadiri premiere film "Cinderella" di The Greek Theatre Los Angeles, California, AS pada 30 Agustus 2021 waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/MARIO ANZUONI)

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi yang memulai debut aktingnya dengan memerankan putri Cinderella dalam film berjudul sama, Camila Cabello, mengatakan pentingnya representasi, inklusivitas dan pesan women empowerment dalam film tersebut.

Cabello disebut merupakan aktris Latin pertama yang memerankan tokoh ini.

"Merupakan suatu kehormatan untuk dapat menafsirkan karakter yang sangat ikonis dan diakui sebagai Cinderella dan melakukannya dengan cara yang sama sekali berbeda," kata Cabello tentang menghidupkan Cinderella dari esensi Latinnya, dikutip dari Today-in 24, Rabu.

"Saya sangat bangga mewakili orang Latin, dan menjadi media dari semua pesan luar biasa yang dimiliki film ini. Ini adalah 'Cinderella', tapi ceritanya tidak seperti yang pernah kita lihat sebelumnya. Ini adalah 'Cinderella' tetapi dengan nilai-nilai yang relevan di tahun 2021 -- nilai-nilai feminisme, inklusi, keragaman, dan kemandirian. Jadi saya sangat bangga dengan filmnya," imbuhnya.

Baca juga: Disney adaptasi "Snow White" dalam bentuk film live action

Mengenai keragaman dan inklusi ini, kekasih Shawn Mendes itu menekankan bahwa film menyoroti karakter unik seperti ibu peri yang diperankan Billy Porter.

Pelantun "Havana" itu juga menyoroti nilai-nilai feminis dari produksi film musikal ini, karena ia memainkan karakter yang ia nilai adalah seorang feminis.

"Dia sangat menyadari suara batinnya, suara yang memberitahu Anda, 'itu tidak adil, ini tidak terasa baik, ini tidak seharusnya seperti itu,'. Dan dia mengubah apa yang terjadi di masyarakat, dia memiliki bakat, visi, dan impian. Dan pada saat itu, yang paling dicita-citakan wanita adalah menjadi istri. Dan dia mengatakan itu tidak masuk akal karena dia memiliki bakat dan ide," jelasnya.

"Dan dia tidak mengharapkan pangeran atau siapa pun untuk menyelamatkannya. Dia mengubah ceritanya untuk dirinya sendiri, sesuatu yang, misalnya, diajarkan ibu saya sejak saya masih sangat kecil: bahwa kebahagiaan Anda adalah tanggung jawab Anda dan Anda harus memperjuangkannya," imbuhnya.

Ia kemudian mengatakan bahwa "Cinderella" diharapkan bisa mewakili pesan yang ingin ia dan tim produksi berikan kepada kaum muda dan kepada orang-orang pada umumnya.

"Ketika Anda menempatkan diri Anda pada sepatu kristal karakter ini, yang berada di masa di mana feminisme dan kebebasan itu belum dicapai oleh orang lain, Anda merasa bahwa dia harus cukup mandiri secara mental dan sangat bijaksana untuk dapat melakukan sesuatu. apa yang dia lakukan. Dan itu adalah sesuatu yang sangat menginspirasi saya tentang karakter tersebut," papar Cabello.

"Dan saya juga terinspirasi oleh belas kasihnya untuk ibu tiri. Ini adalah salah satu pesan yang paling saya sukai dari film ini, bahwa orang tidak hanya baik atau buruk. Mereka memiliki trauma mereka sendiri dan rasa tidak aman mereka menyebabkan mereka berperilaku seperti yang mereka lakukan. Dan saya pikir itu cara yang sangat realistis dan cerdas dalam memandang orang lain," ujarnya menyimpulkan.

"Cinderella" tayang perdana di Prime Video pada 3 September.

Baca juga: Amazon rilis cuplikan "Cinderella" yang diperankan Camila Cabello

Baca juga: Film "Cinderella" Camila Cabello tak ditayangkan di bioskop

Baca juga: Mobil Shawn Mendes raib usai rumahnya dibobol pencuri

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar