Program Geunaseh turunkan stunting jadi 11,2 persen di Sabang

Program Geunaseh turunkan stunting jadi 11,2 persen di Sabang

Dokumentasi - Ketua TP-PKK Aceh Dyah Erti Idawati meresmikan Rumoh Gizi Gampong (RGG) Gampong Jaboi, Kota Sabang, Aceh, Selasa (31/8/2021). ANTARA/HO-Humas Sabang

“Penanganan stunting di Kota Sabang ini patut dicontoh oleh daerah lainnya di Aceh”
Banda Aceh (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh mengapresiasi program Gerakan Untuk Anak Sehat (Geunaseh) Kota Sabang sebagai upaya pemerintah kota dalam menurunkan angka stunting anak di ujung barat Indonesia itu.

Ketua TP-PKK Aceh Dyah Erti Idawati, Rabu mengatakan bahwa inovasi Pemerintah Kota Sabang melalui program Geunaseh itu tepat sasaran dan bermanfaat, sehingga angka stunting atau malnutrisi di Sabang mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Di Kota Sabang anak yang mengalami stunting turun jadi 11,2 persen. Artinya posyandu atau pengukuran-pengukuran balita di Kota Sabang berjalan aktif,” kata Dyah dalam keterangan diterima di Banda Aceh.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota lain seluruh provinsi berjulukan Tanah Rencong itu untuk mencontoh Kota Sabang dalam menekan angka stunting anak.

“Penanganan stunting di Kota Sabang ini patut dicontoh oleh daerah lainnya di Aceh” kata Dyah.

Selain itu, kata Dyah, Pemerintah Aceh juga memiliki program untuk terus menekan angka stunting anak di daerah Pulau Weh itu, dengan mendirikan Rumoh Gizi Gampong (RGG) Jaboi, yang telah diresmikan pada Selasa, (31/8) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa akar masalah terjadinya stunting disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya pelayanan dan pengawasan dari orangtua. Pemahaman orangtua yang minim soal asupan gizi pada anak berpengaruh cukup besar akan terjadinya stunting.
Baca juga: Pemko Sabang lawan angka stunting melalui dana Geunaseh
Baca juga: Ibu hamil di Aceh Jaya dapat Rp500.000 per bulan cegah kekerdilan


"Jika dibiarkan, akan berdampak besar bagi kualitas generasi muda, berupa gangguan pertumbuhan anak, kognitif anak, dan kemampuan belajar anak," katanya.

Program RGG bertujuan sebagai wadah untuk mengedukasi dan memberi asupan bergizi bagi ibu hamil dan balita agar terhindar dari stunting.

Kata Dya, adanya RGG itu akan membantu orangtua dalam memahami cara terbaik untuk mencegah stunting terjadi pada anak dan mewujudkan gampong mandiri dalam mencegah dan mengatasi stunting pada anak di wilayah gampong.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Sabang Andri Nourman mengatakan RGG merupakan program Pemerintah Aceh yang sejalan dengan program unggulan Pemko Sabang yakni Geunaseh, dalam menangani peningkatan gizi dan mengurangi stunting atau malnutrisi pada anak.

"Untuk program Geunaseh sendiri sampai saat ini sudah membuahkan hasil. Dari awal program ini berjalan, angka stunting di Kota Sabang terus mengalami penurunan dari 25 persen (angka stunting), Alhamdulillah, kini dapat kita tekan menjadi 11,2 persen, tentunya ini kesuksesan bagi kita semua," kata Andri.

Ia berharap baik program RGG maupun Geunaseh akan terus berlanjut, sehingga dapat melahirkan generasi-generasi baru Kota Sabang yang sehat, unggul, dan berkualitas serta memiliki intelektual di atas rata-rata, demi tercapainya Aceh hebat dan Aceh bermartabat.
Baca juga: Anak penderita stunting di Banda Aceh mencapai 364 orang
Baca juga: Pemerintah Aceh - UNICEF kerja sama perangi stunting

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polri ungkap peredaran ganja jaringan Aceh-Medan-Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar