PON Papua

KONI Pusat ajak masyarakat ramaikan lari virtual "Kirab Api PON Papua"

KONI Pusat ajak masyarakat ramaikan lari virtual "Kirab Api PON Papua"

Tangkap layar Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Rabu (14/7/2021). ANTARA/Arindra Meodia.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam ajang lari virtual bertajuk "Kirab Api PON Papua", yang digelar untuk menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. 

Prosesi kirab obor merupakan kegiatan yang sudah menjadi tradisi dalam penyelenggaraan berbagai multievent, termasuk PON. Namun untuk tahun ini, prosesi tersebut dilakukan secara berbeda mengingat kondisi pandemi COVID-19. 

"Kirab api PON Papua tidak bisa dilakukan secara sepenuhnya, sehingga sebagian dilakukan secara virtual," kata Marciano Norman dalam konferensi pers ajang lari virtual Kirab Api PON XX Papua 2021, Rabu.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memeriahkan gelaran PON Papua dengan cara berpartisipasi dan membagikan momen-momen kehangatan mereka melalui ajang lari virtual tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti virtual run Kirab Api PON XX Papua 2021, dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi kirabapiponvr.com. 

Terdapat empat kategori lomba, yakni 5K, 10K, 21K dan 42K. Seluruh peserta akan mendapatkan jersey dan medali, yang sama persis dengan medali yang akan diberikan kepada atlet PON Papua 2021. Pendaftaran rencananya dibuka mulai sore ini.

Baca juga: Pemerintah gencarkan vaksinasi COVID-19 di empat klaster PON Papua 
Baca juga: Telkomsel sebut sudah 96 persen infrastruktur jaringan siap sambut PON 


PON Papua akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. Sebanyak 7.066 atlet telah ditetapkan oleh tim keabsahan untuk mengikuti PON Papua, dengan rincian 4.176 atlet putra dan 2.890 atlet putri. Mereka berasal dari 34 provinsi, dan akan berkompetisi di 37 cabang olahraga.

Segala persiapan pun telah dilakukan. Panitia Besar (PB) PON Papua bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memastikan sistem gelembung atau bubble pada PON XX Papua dapat diterapkan dalam upaya membatasi penyebaran virus corona selama penyelenggaraan pesta olahraga multievent nasional itu. 

PB PON XX Papua juga telah menerbitkan tiga buku pedoman pelaksanaan PON, yakni berjudul "Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 PON XX Papua tahun 2021," "Pedoman Pelayanan Kesehatan PON XX Papua tahun 2021" dan "Paduan Pengawasan Doping PON XX Papua tahun 2021". 

Baca juga: DBON akan manfaatkan fasilitas yang dibangun untuk PON 
Baca juga: Penyediaan infrastruktur telekomunikasi tetap berlanjut usai PON Papua 
Baca juga: PON XX Papua dan slogan Torang Bisa! 

 

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar