Paralimpiade Tokyo 2020

Hary Susanto kalah di pertandingan pertama tunggal putra Paralimpiade

Hary Susanto kalah di pertandingan pertama tunggal putra Paralimpiade

Pasangan pebulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila (kiri) dan Hary Susanto (kanan) meluapkan kegembiraan usai menang atas pasangan Thailand Siripong Teamarrom/Nipada Saensupa dalam partai final bulu tangkis nomor ganda campuran SL3-SU5 Asian Para Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (13/10/2018). Hary/Leani berhasil meraih emas setelah menang 21-7 dan 21-10. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/)

Jakarta (ANTARA) - Atlet para-bulu tangkis Indonesia Hary Susanto menelan kekalahan dalam pertandingan pertama fase penyisihan Grup A cabang para-badminton tunggal putra SL4 Paralimpiade Tokyo 2020 di Yoyogi National Stadium, Kamis.

Hary dipaksa takluk kepada wakil Prancis yang juga merupakan unggulan teratas Lucas Mazur. Ia kalah telak dengan skor 3-21, 7-21 dalam laga yang berlangsung 17 menit itu, demikian catatan resmi kompetisi.

Hary tak mampu berbuat banyak sejak awal laga hingga menjelang gim pertama usai. Atlet berusia 46 tahun itu bahkan harus tertinggal 2-16 sebelum akhirnya pertandingan ditutup dengan skor 21-7 untuk keunggulan Mazur.

Baca juga: Jadwal Indonesia 2 September: Semua wakil para-badminton bertanding

Permainan wakil Indonesia itu tak kunjung membaik pada gim kedua. Selain tak mampu menghalau serangan lawan, Hary juga kerap melakukan kesalahan sendiri sehingga memberi keuntungan bagi Mazur untuk unggul 11-4 hingga interval.

Hary, yang juga turun di nomor ganda campuran bersama Leani Ratri Oktila, hanya mencetak tiga poin tambahan hingga gim kedua selesai dan membawa Mazur memungkasi pertandingan dengan kemenangan 21-7.

Hary akan melanjutkan dua pertandingan tersisa di fase penyisihan Grup A besok Jumat (3/9) dengan melawan wakil India Suhas Yathiraj dan tunggal putra asal Jerman Jan Niklas Pott.

Baca juga: Hary/Leani kantongi kemenangan pertama Grup A Paralimpiade Tokyo

 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inilah cita-cita peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar