Menpora akan kenalkan Grand Design Olahraga Nasional saat Haornas 2021

Menpora akan kenalkan Grand Design Olahraga Nasional saat Haornas 2021

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) meninjau pelaksanaan vaksinasi menjelang PON Papua 2021 di Jayapura, Papua, Jumat (27/8/2021). (ANTARA/HO-Kemenpora)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya akan secara resmi memperkenalkan Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) pada 9 September bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38.

“Tekad kami, tanggal 9 September 2021 kickoff Desain Besar Olahraga Nasional. Kami harapkan akan dilakukan langsung bapak presiden pada peringatan Hari Olaharaga Nasional ke-38,” kata Menpora Amali dalam Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kemenpora bersama PWI Pusat secara virtual, Rabu (1/9), dikutip laman resmi Kemenpora.

Zainudin menjelaskan bahwa DBON telah melalui diskusi panjang sebelum akhirnya akan dikenalkan secara resmi oleh presiden.

Baca juga: Menpora: sasaran utama Desain Besar Olahraga Nasional adalah Olimpiade

Desain besar yang juga merupakan arahan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Haornas tahun lalu itu disusun Kemenpora bersama stakeholder olahraga, termasuk pakar, akademisi, praktisi dan organisasi olahraga seperti KONI dan Komite Olimpiade Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa DBON merupakan cetak biru pembinaan olahraga prestasi nasional agar sistematis, berkelanjutan, dan masif. Harapannya, apabila pembinaan sudah dilakukan seusai dengan desain maka prestasi olahraga nasional di level dunia, termasuk Olimpiade dan Paralimpiade pun dapat meningkat.

“Prestasi Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo apakah itu hasil pembinaan, desain? saya berani katakan tidak. Itu adalah prestasi-prestasi yang kita dapatkan by accident, ditemukan. Kita tidak boleh lagi menggunakan cara seperti itu. Untuk membuat prestasi harus dirancang, harus disiapkan. Tanpa itu maka kita akan begini terus,” tegasnya.

Zainudin juga menegaskan bahwa dalam DBON, Olimpiade dan Paralimpiade menjadi target utama prestasi olahraga. Sementara itu, Asian Games dan SEA Games hanya sasaran antara.

Dia memastikan DBON juga telah mengatur permasalahan pembinaan mulai dari hulu sampai ke hilir. Ia telah menentukan cabang olahraga unggulan dan akan menyeleksi talenta-talenta muda dari kalangan siswa di seluruh Indonesia.

Baca juga: Menpora janji tak bedakan apresiasi atlet Olimpiade dan Paralimpiade

Menurutnya akan ada 150 atlet elite junior dan senior yang ditempatkan di pemusatan latihan berfasilitas lengkap yang akan dibangun di Cibubur.

Selain itu, Zainudin juga menyatakan akan membangun 10 sentra pemusatan latihan demi melahirkan potensi talenta atlet sejak muda di seluruh Indonesia serta bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

“Prestasi harus dibuat pabriknya. Nah pabriknya ini Desain Besar Olahraga Nasional itu,"

"Dan mudah-mudahan ini akan mendapat dukungan berbagai pihak, baik tingkat kementerian, lembaga pusat, daerah, tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Itu sebabnya payung hukumnya Perpres (Peraturan Presiden),” tutup dia.

Baca juga: Menpora apresiasi perhatian swasta terhadap olahraga Indonesia

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenpora bentuk tim cepat terkait sanksi WADA pada LADI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar