Persi: Perlu libatkan swasta atasi permasalahan distribusi vaksin

Persi: Perlu libatkan swasta atasi permasalahan distribusi vaksin

Tangkapan layar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G. Partakusuma dalam webinar terkait akses vaksin “Peluncuran Makalah Kebijakan Terbaru: Bekerja Sama Melawan Pandemi” secara daring di Jakarta, Kamis (2/9/2021) ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G Partakusuma mengatakan saat ini perlu adanya keterlibatan pihak swasta untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan pendistribusian vaksin.

“Peran swasta itu memang mempercepat pencapaian target. Karena sekarang terus terang saja masih kurang memuaskan, apalagi kalau bicara bahwa sebetulnya kekebalan komunitas (herd immunity) itu ada waktunya,” dalam webinar terkait akses vaksin “Peluncuran Makalah Kebijakan Terbaru: Bekerja Sama Melawan Pandemi” secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, saat ini cukup banyak pihak swasta baik dari sebuah perusahaan ataupun organisasi sosial yang berminat membantu menyebarkan vaksin kepada masyarakat di berbagai daerah.

Baca juga: Anggota DPR: Distribusi vaksin sering terhenti di dinkes provinsi 

Dia mengatakan hal tersebut perlu dimanfaatkan karena sangat membantu pendistribusian vaksin lebih cepat.

Pihak swasta bisa memberikan bantuan untuk menjaga mutu vaksin tetap dalam kualitas yang baik sesuai standart Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam perjalanan distribusi, melalui teknologi rantai dingin (cold chain) yang dimiliki swasta.

“Dibutuhkan sektor swasta untuk mendorong percepatan yang banyak, yang cukup mampu karena kita membutuhkan rantai dingin. Saya yakin banyak yang cukup mampu untuk melaksanakan ini,” kata dia.

Baca juga: Wakil Ketua MPR dorong pemerintah percepat distribusi vaksin ke daerah

Lia mengatakan, pihak swasta juga dapat membantu mempercepat pemberian edukasi seputar vaksin kepada masyarakat dan membantu pemerintah dalam penyusunan dan pelaporan laporan-laporan terkait pendistribusian vaksinasi di berbagai daerah agar bisa lebih cepat sampai ke pemerintah pusat.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan potensi terbesar yang dimiliki oleh pihak swasta ada pada tahap distribusi.

“Kami juga menanyakan kepada para stakeholder yang berkepentingan. Potensi kontribusi swasta yang terbesar ada di mana untuk vaksinasi? Banyak yang menjawab swasta ini penting untuk dilibatkan lebih jauh, dan potensi terbesar ada di distribusi,” kata dia.

Baca juga: Ketua DPD RI minta metode distribusi vaksin ke daerah diperbaiki

Ia menyarankan pemerintah, agar memanfaatkan kelebihan yang dimiliki swasta seperti sentra vaksin yang cukup luas dan banyaknya jaringan-jaringan es (kulkas dingin), untuk memperbaiki hambatan-hambatan yang terjadi dalam pendistribusian vaksin.

Selain itu, Andree menyarankan pemerintah untuk melirik beberapa bantuan dan inovasi swasta dalam bidang teknologi yang dapat membantu pemerataan pemberian vaksin. Seperti memberikan sumbangan berupa ribuan kulkas dingin dan penyebaran vaksin Sinopharm.

“Ada donasi sentra vaksinasi dan testing COVID-19, yang bertenaga surya dari perusahaan Jerman bekerja sama dengan perusahaan asuransi Swiss, untuk membangun sebuah sentra vaksinasi tenaga surya di Lampung. Jadi tidak perlu listrik, cukup dengan tenaga surya bisa menjalankan kulkas vaksin dan alat tes covid. Ini menarik untuk di eksplor lebih lanjut,” kata dia memberi contoh lain dalam teknologi yang dapat membantu pemerintah.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah varian Omicron, RI tutup pintu masuk bagi sejumlah negara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar