NU: Holding BUMN Ultra Mikro dapat atasi kesenjangan ekonomi

NU: Holding BUMN Ultra Mikro dapat atasi kesenjangan ekonomi

Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembuatan dandang di Sentra Produksi Alat Rumah Tangga "Berkah" di Kampung Citasuk, Ciomas, Serang, Banten. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman.

Tentu itu akan sangat baik. Kalau program ini bisa jalan maka akan banyak pengusaha baru dan Indonesia pun bisa menjadi sejajar dengan negara maju.
Jakarta (ANTARA) - Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), mengapresiasi kehadiran Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) karena langkah strategis pemerintah itu dinilai dapat menekan kesenjangan ekonomi, sekaligus mendorong jumlah pengusaha baru.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud mengatakan dengan menghadirkan holding BUMN UMi pemerintah telah memberikan perhatian lebih kepada segmen usaha mikro termasuk ultra mikro yang memiliki kontribusi perekonomian paling besar.

"Tentu itu akan sangat baik. Kalau program ini bisa jalan maka akan banyak pengusaha baru dan Indonesia pun bisa menjadi sejajar dengan negara maju," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat

.Baca juga: Pemerintah optimistis Holding BUMN ultra mikro makin perkuat ekosistem

Langkah ini menurutnya akan membantu pemerintah dalam mengurangi kesenjangan ekonomi yang di masa pandemi ini semakin lebar. Langkah strategis ini pun dinilai akan mampu membuat Indonesia menjadi negara maju dengan mendorong lebih banyak pengusaha baru.

Dia menyebut rasio kewirausahaan di Indonesia masih di bawah beberapa negara Asia lainnya. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,47 persen, adapun Thailand mencapai 4 persen, Malaysia 4,74 persen, dan Singapura 8,76 persen. Bahkan, rasio kewirausahaan di negara maju tembus 12 persen.

Marsudi berpendapat dengan holding pemerintah dapat mengonsolidasikan data UMKM nasional termasuk UMi di dalamnya secara lebih baik lagi ke depan, sehingga, program pemberdayaan UMKM tidak tumpang tindih dan program pengembangan untuk segmen tersebut menjadi lebih baik. Di samping itu, dia pun mengapresiasi komitmen pemerintah yang mempertahankan bisnis masing-masing anggota holding. Menurutnya, hal ini akan sangat baik bagi operasional holding dengan keberagaman solusi layanan jasa keuangan bagi pelaku usaha UMi.

"Bahkan, ini bisa membuat program naik kelas pelaku usaha UMi dan mikro menjadi lebih baik. Kami justru berharap lebih banyak pelaku usaha masuk dalam ekosistem perbankan. Karena tentunya ini adalah lembaga keuangan yang lebih kompleks dan baik," ujarnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang ditunjuk pemerintah melalui sebagai induk holding BUMN UMi melakukan aksi korporasi rights issue dalam rangka pembentukan holding tersebut. Seluruh saham Seri B milik pemerintah dalam PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng.

Baca juga: Holding ultra mikro dinilai dongkrak penyaluran kredit UMKM

Momentum Kebangkitan Pelaku Ekonomi Kecil

Katiga perusahaan pelat merah itu pun selama ini dikenal andal dalam pemberdayaan usaha masyarakat yang tergolong dalam UMKM dan UMi. Dengan integrasi dan potensi bisnis masing-masing, BRI, Pegadaian dan PNM akan memperkuat ekosistem usaha UMi nasional.

Senada, Ketua DPP GP Ansor Faisal Saimima menilai kehadiran holding BUMN UMi akan mampu menggerakan roda ekonomi umat, khususnya mereka yang memiliki usaha skala kecil yang notabene kesulitan dalam mengakses permodalan secara formal. Holding diyakininya mampu menstimulus ekonomi masyarakat kecil di tengah pandemi seperti sekarang.

"Sekarang makin diperkuat lagi, makin dipermudah lagi. Holding Ultra Mikro menjadi momentum kuat kebangkitan pelaku ekonomi kecil," ujarnya.

Faisal menekankan pembentukan holding menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk mendorong ekonomi mikro dan kecil. Dia memahami bahwa akses permodalan kepada lembaga keuangan formal menjadi persoalan klasik bagi para pelaku usaha berskala kecil di Nusantara.

"Sekarang yang sudah berjalan seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) cukup bagus. Namun dengan Holding Ultra Mikro, tentu cakupannya makin luas serta kuat. Makin banyak opsi," ujar Faisal.

Dia berharap di tengah Pandemi covid-19 yang sangat berdampak terhadap sektor ekonomi, khususnya masyarakat di tataran bawah, holding BUMN UMi bisa meningkatkan optimisme dan prospek pelaku usaha.

"Gairah serta semangat untuk memperkuat ekonomi umat harus terus kita pelihara. Tak ada kata pesimis, harus terus optimis. Semua pihak bersinergi demi membangun perekonomian yang kuat," katanya

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar