Angkat Besi

Pelatih yakin Eko Yuli Irawan masih mampu bersaing di dunia

Pelatih yakin Eko Yuli Irawan masih mampu bersaing di dunia

Pelatih Lukman (kiri) mengawasi anak latihnya Eko Yuli Irawan (kanan) di salah satu pusat kebugaran di Jakarta. ANTARA/HO-NOC Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Pelatih angkat besi yang menangani Eko Yuli Irawan, Lukman, mengaku optimistis anak latihnya itu masih mampu bersaing pada kompetisi level dunia kendati dalam usianya yang kini sudah menginjak 32 tahun.

Menurut Lukman, Eko masih bisa kompetitif, asalkan dia mendapat program latihan yang sesuai dan dapat menunjang performanya. Apalagi jika melihat hasil yang diraih di Tokyo, Eko memang belum berhasil meraih emas, namun dia telah membuktikan sebagai lifter pertama Indonesia dan kedua di dunia yang selalu membawa pulang medali di setiap partisipasinya dalam empat Olimpiade sejak Beijing 2008.

Melihat prestasi itu, Lukman makin optimistis Eko Yuli berpeluang tampil di Olimpiade Paris 2024.

“Terkait usia, tak jadi soal asalkan Eko menjalani program yang sesuai. Ada contoh lifter China yang berusia 37 tahun Lu Xiaojun meraih medali emas di 81kg putra pada Olimpiade kemarin. Saya masih memiliki keyakinan, ia masih berpotensi meraih ambisi mendapat emas di Olimpiade,” kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Tidak hanya mengomentari Eko di Olimpiade, Lukman juga mengapresiasi apa yang diberikan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) kepada atlet, pelatih hingga tim pendukung selama Olimpiade Tokyo mulai dari persiapan, keberangkatan, pelayanan di Wisma Atlet, hingga kepulangan.

Sementara itu, Eko masih berambisi tampil di Paris 2024 untuk menuntaskan rasa penasarannya terhadap medali emas Olimpiade setelah dalam empat edisi sebelumnya, ia membawa pulang dua perunggu di Beijing 2008 dan London 2012, serta dua perak di Rio 2016 dan Tokyo 2020. 

Baca juga: Eko Yuli masih ingin berikan kado terbaik untuk Indonesia 
Baca juga: Eko Yuli Irawan ingin bangun sasana angkat besi 


Meski begitu, atlet kelahiran Lampung itu mencetak sejarah sebagai lifter kedua di dunia yang merebut empat medali Olimpiade. Sebelum Eko Yuli, ada legenda angkat besi Yunani Pyrros Dimas yang mengukir sejarah sejak penampilannya di Olimpiade 1992 Barcelona. 

Dimas turun di kelas menegah dan mengoleksi tiga emas serta satu perunggu.

Eko sebelumnya telah mendapat kepercayaan untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Paris sembari melihat persaingan kelas 61kg putra ke depan. Pasalnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) saat ini sedang mengkaji cabang angkat besi untuk Olimpiade musim panas edisi ke-33 mendatang.

“Istri bilang, mungkin ayah belum boleh pensiun, harus dapat emas dulu biar bisa pensiun dengan tenang. Itu sebenarnya juga penyemangat saya untuk melanjutkan prestasi. Namun, saat ini kita juga sama-sama tidak tahu masih bisa dipertandingkan di Olimpiade Paris atau tidak. Saya pribadi ingin tetap tampil, tetapi kita lihat saja dulu ke depannya seperti apa,” ucap Eko beberapa waktu lalu.

“Saya sudah bilang kepada Pak Rosan (Ketua PABSI) dan Pak Okto (Ketua Komite Olimpiade Indonesia) agar saya bisa diberi kesempatan untuk ikut kualifikasi Paris. Beliau-beliau pada intinya mendukung saya karena semua perjuangan yang saya lakukan ini bukan cuma untuk menuntaskan rasa penasaran saya semata, tetapi juga demi Merah Putih,” tutup dia. 

Baca juga: Ketum PABSI dukung lifter Eko Yuli raih emas di Olimpiade Paris 
Baca juga: Eko Yuli Irawan masih penasaran dengan emas Olimpiade 

 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Atlet Eko Yuli dianugerahi Jer Basuki Mawa Beya Emas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar