Saham China ditutup melemah tertekan kekhawatiran perlambatan ekonomi

Saham China ditutup melemah tertekan kekhawatiran perlambatan ekonomi

Ilustrasi - Warga melintas di depan monitor pergerakan turun Indeks Hang Seng di Bursa Saham Hong Kong, China. ANTARA/REUTERS/Bobby Yip/am.

Beijing (ANTARA) - Saham-saham China berakhir lebih rendah pada Jumat, tertekan oleh tanda-tanda baru perlambatan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu, meskipun kerugian dibatasi oleh saham pialang yang positif setelah Beijing melayangkan rencana untuk mendirikan bursa saham baru.

Pada penutupan, indeks Komposit Shanghai (SSEC) terpangkas 0,43 persen menjadi 3.581,73 poin, sementara indeks saham blue-chips CSI300 China merosot 0,54 persen menjadi 4.843,06 poin.

Untuk minggu ini, indeks Komposit Shanghai terangkat 1,69 persen, sedangkan indeks CSI300 naik 0,33 persen.

Indeks Shenzhen yang lebih kecil berakhir 0,58 persen lebih rendah, sementara indeks Komposit ChiNext papan start-up melemah sebesar 1,17 persen. Namun, indeks STAR50 yang berfokus pada teknologi Shanghai ditutup naik 0,1 persen.


Baca juga: Saham China dibuka naik, investor berharap kebijakan lanjutan Beijing

Sentimen pasar tetap lemah setelah survei swasta menunjukkan aktivitas di sektor jasa China merosot ke kontraksi tajam pada Agustus, karena pembatasan varian Delta mengancam akan menggagalkan pemulihan ekonomi secara luas.

Tetapi kerugian entah bagaimana dibatasi oleh saham-saham pialang, setelah Presiden China Xi Jinping mengatakan negara itu akan mendirikan bursa saham di ibu kotanya, Beijing, untuk melayani usaha kecil dan menengah.

Baca juga: Saham China dibuka melemah setelah bervariasi tiga hari beruntun

Saham-saham pialang, termasuk Northeast Securities Co , Dongxing Securities Co dan Shenwan Hongyuan Group Co melonjak, karena investor bertaruh mereka akan mendapat manfaat dari lebih banyak penawaran umum perdana (IPO).

Rencana pemerintah untuk meluncurkan bursa saham merobohkan keuntungan di papan start-up Shenzhen ChiNext dan Bursa Efek Hong Kong karena beberapa investor khawatir persaingan untuk sumber-sumber pencatatan tidak dapat dihindari.

Baca juga: Saham unggulan China tergelincir, pasar tunggu rilis PMI manufaktur
Baca juga: Saham China naik setelah suntikan dana tunai bank sentral

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar