Sepak Bola Dunia

FIFA selidiki aksi pelecehan rasial di laga Inggris vs Hungaria

FIFA selidiki aksi pelecehan rasial di laga Inggris vs Hungaria

Respons pemain timnas Inggris, Declan Rice, John Stones dan Jack Grealish setelah dilempari flare oleh suporter Hungaria dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa di Puskas Arena, Budapest, Hungaria pada 2 September 2021. ANTARA/REUTERS/LEONHARD FOEGER

Jakarta (ANTARA) - FIFA sedang menyelidiki aksi pelecehan rasial yang ditujukan kepada para pemain timnas Inggris saat mengalahkan tim tuan rumah, Hungaria 4-0 di Budapest pada Jumat dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia, menurut laporan BBC.

Raheem Sterling dan Jude Bellingham sama-sama menjadi sasaran aksi tidak terpuji tersebut oleh sebagai suporter Hungaria.

Inggris mengecam aksi tersebut dan menyebutnya sebagai "tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima."

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson telah mendesak FIFA "untuk mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang bertanggung jawab agar memastikan bahwa perilaku tercela semacam ini diberantas dari olahraga tersebut untuk selamanya."

"Sama sekali tidak dapat diterima bahwa pemain Inggris dilecehkan secara rasial di Hungaria tadi malam," tulis Johnson di akun Twitter-nya.

Baca juga: Timnas Inggris gasak Hungaria empat gol tanpa balas

Badan sepak bola dunia, FIFA, mengatakan bahwa mereka "akan mengambil tindakan yang sesuai" setelah menerima laporan dari ofisial pertandingan dan delegasi yang berada di pertandingan tersebut.

Meskipun UEFA telah memerintahkan Hungaria untuk memainkan tiga pertandingan kandang secara tertutup setelah perilaku diskriminatif, para penggemar diizinkan menyaksikan laga secara langsung pada Kamis karena pertandingan itu berada di bawah yurisdiksi FIFA.

UEFA telah melarang segala hal terkait dengan rasialisme dan tindakan diskriminatif yang terjadi selama Euro 2020 pada Juni.

Baca juga: Polisi tangkap empat orang pelaku pelecehan rasial pemain Inggris

Meski UEFA mengelola kualifikasi Piala Dunia yang melibatkan tim-tim Eropa, FIFA mampu mengambil tindakan karena ini adalah kompetisi mereka.

"FIFA sangat menolak segala bentuk rasialisme dan kekerasan serta tidak memiliki toleransi untuk perilaku seperti itu dalam sepak bola," kata badan tertinggi sepak bola tersebut.

Sebelum pertandingan dimulai, para pemain Inggris dicemooh suporter Hungaria ketika mereka melakukan aksi berlutut, yang diperuntukkan untuk memprotes aksi rasialisme.

Aksi tersebut tetap terjadi pada babak kedua ketika Sterling dilempari gelas dan botol kertas saat mencetak gol pertama Inggris.

Sebuah suar kemudian dilemparkan ke lapangan setelah Harry Maguire membuat tim tamu unggul 3-0.

Federasi Sepak Bola Hongaria (MLSZ) mengatakan bahwa mereka yang mengganggu pertandingan "perlu diidentifikasi dan dihukum berat," tetapi tidak membuat referensi khusus untuk pelecehan diskriminatif.

"Fans memasuki lapangan, melemparkan granat ringan dan kacamata, sedang diidentifikasi. MLSZ telah mengajukan/akan mengajukan laporan polisi terhadap mereka," kata MLSZ.

"Denda apa pun akan diberikan kepada pelaku dalam proses pengadilan perdata, dan mereka terancam dilarang menghadiri acara olahraga selama dua tahun di akhir persidangan."

Pelatih Inggris, Gareth Southgate juga tidak luput dari serangan suporter Hungaria saat menjalani sesi wawancara pasca-pertandingannya dengan BBC Radio 5 Live, di mana dia mengatakan bahwa tindakan tersebut "ditangani dengan cara yang benar."

"Saya telah mendengar laporan tentang rasialisme, yang tidak pernah saya dengar selama pertandingan," katanya.

“Semua orang tahu apa yang kami perjuangkan sebagai sebuah tim, dan itu sama sekali tidak dapat diterima. Itu telah dilaporkan. Kepala keamanan kami telah berbicara dengan para pemain dan mengambil pernyataan mereka. Kami akan menanganinya di jalur yang tepat."

"Dunia sedang memodernisasi dan meskipun beberapa orang terjebak dalam cara berpikir kuno dan prasangka mereka, pada akhirnya mereka akan menjadi dinosaurus karena dunia sedang berubah."

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar