Dua anak korban banjir bandang dan longsor di Ngada ditemukan

Dua anak  korban banjir bandang dan longsor di Ngada ditemukan

ilutsrasi .Sejumlah warga menyaksikan warga lain yang sedang membersihkan rumah mereka tertimbun lumpur akibat diterjang banjir bandang di desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, NTT, Selasa (6/4/2021) ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Milka dan Neymar ini adalah kakak adik
Kupang (ANTARA) - Tim SAR gabungan pencarian korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Ngada menemukan dua korban anak, seorang meninggal dan satu orang lainnya selamat, saat melakukan pencarian di lokasi bencana di desa Malapedho, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

"Tim yang terdiri dari BPBD, aparat TNI dan Polri di Ngada dipimpin Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi berhasil menemukan dua korban berusia anak-anak yang menjadi korban bencana alam di Ngada," kata Kasat Reskrim Polres Ngada IPTU. I Ketut Rai Artika saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Sabtu pagi.

Hal ini disampaikannya terkait perkembangan pencarian korban bencana alam di Kabupaten Ngada yang mengakibatkan lima rumah tertimbun longsor.

Baca juga: Lima rumah di Ngada tertimbun longsor

Baca juga: Satu korban banjir bandang Nelelamadike Flotim ditemukan


Dua korban yang ditemukan dalam kondisi  meninggal dunia bernama Milka berusia empat tahun, sementara satu orang lain lainnya ujar dia bernama Neymar Gata, berusia 7 tahun, berjenis kelamin pria dan seorang pelajar SD keduanya kakak beradik.

"Milka dan Neymar ini adalah kakak adik kandung. Korban bernama Neymar hanya mengalami patah kaki kiri," tambah dia.

Rai juga menambahkan bahwa kejadian longsor terjadi sekitar pukul 00.30 Wita dini hari, saat semua orang sedang lelap tertidur.

Setelah kejadian tersebut warga bersama tim pencarian terhadap korban yang hilang, langsung mencari korban, namun proses pencarian terhadap para korban terhambat karena suasana di lokasi bencana gelap gulita.

Sabtu pagi, satu unit eksavator berhasil didatangkan dan sudah mulai melakukan pencarian korban dan menggali lima rumah yang tertimbun longsor.

Untuk korban yang hilang ujar dia masih dalam pendataan yang dilakukan oleh BPBD Ngada.

Baca juga: Dua korban hilang akibat banjir bandang Ngada dalam proses pencarian

Baca juga: Uni Eropa salurkan Rp 3,4 miliar bantu korban banjir dan siklon NTT

 

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BMKG: Sinyal perubahan iklim akibat ulah manusia semakin nyata

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar