Bantuan korban banjir di Kampar mulai mengalir

Bantuan korban banjir di Kampar mulai mengalir

Proses distribusi bantuan kepada korban banjir di Desa Ludai, Kampar. (ANTARA/HO-BPBD Kampar)

Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah bantuan untuk korban
banjir bandang yang melanda Desa Ludai di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sejak beberapa hari lalu, kini mulai berdatangan untuk meringankan beban.

Kepala Pusat Pengendalian Informasi dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Adi Chandra, di Kampar, Sabtu, menyatakan bantuan tersebut berupa bahan makanan serta kebutuhan lainnya.

Berbagai bantuan itu dikirim melalui jalur sungai mengingat Desa Ludai hanya bisa ditempuh menggunakan sampan dari Desa Gema yang merupakan daerah terdekat.

Sementara PT Perkebunan Nusantara V yang mendapat informasi tersebut bergerak cepat dengan bersinergi dengan BPBD Kabupaten Kampar.

Baca juga: Banjir bandang rusak 20 rumah di Kampar

Baca juga: DLH sebut banjir di Bangkinang-Riau bukan karena penyumbatan sampah


Perusahaan sawit negara itu menyalurkan ratusan paket sembako kepada korban banjir mulai Jumat (3/9).

"Saat ini masyarakat di sana sangat membutuhkan bantuan, di antaranya bahan pokok," ujarnya.

Untuk itu, Adi mengapresiasi PTPN V yang bergerak cepat memberikan bantuan. Terlebih lagi, ia mengatakan PTPN V merupakan korporasi pertama yang mengulurkan tangan kepada masyarakat Desa Ludai yang menggantungkan hidup sebagai penyadap karet dan nelayan tersebut.

Adi menyebutkan bantuan sembako tersebut dalam bentuk beras, gula, minyak makan dan mi instan tersebut disalurkan PTPN V ke BPBD Kampar dan akan segera didistribusikan ke masyarakat Desa Ludai.

Banjir bandang di Desa Ludai tersebut merusakkan 20 rumah, satu sekolah dan sebuah mushala namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Desa Ludai sendiri merupakan Desa tertua di Kabupaten Kampar. Setidaknya terdapat 450 jiwa dengan 135 KK yang hidup di Desa tersebut. Sebagian besar mereka menyadap karet dengan upah sangat minim.

Topografinya dikelilingi dengan perbukitan dan hutan. Akses yang jauh dari ibu kota dengan jalur air sebagai satu-satunya sarana transportasi, serta listrik yang hanya menyala dari pukul 6 sore hingga 10 malam, menjadi tantangan tersendiri untuk menyalurkan bantuan.*

Baca juga: Banjir genangi lima daerah di Riau, telan satu korban jiwa

Baca juga: Penyakit akibat banjir serang ribuan warga Kampar-Riau

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Riau akan segera tetapkan siaga darurat banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar