Pemprov Sulsel panen perdana padi varietas M70D

Pemprov Sulsel panen perdana padi varietas M70D

Sekdaprov Sulsel mencoba mengendarai mesin penggiling padi pada panen perdana varietas m70d si Barru, Minggu(5/9/2021). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel

MP400 menjadi andalan, bahkan sudah digunakan sampai 23 kabupaten kota se-Sulsel
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan panen perdana padi varietas M70D Cakrabuana, Inpari Sidenuk di Kabupaten Barru, Minggu.

Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, mengatakan padi varietas M70D yang merupakan program IP 400 penerapan teknologi IPAT BO ini, untuk mendukung pemanfaatan lahan pertanian khususnya di Sulsel.

Abdul Hayat berharap dengan memaksimalkan alih fungsi lahan dari dua kali setahun menjadi empat kali setahun, tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah, provinsi maupun pusat.

"Bagaimana kita maksimalkan alih teknologi dan harus ada support dari para tokoh, pendamping dan tentunya pemerintah. Atas nama Pemprov Sulsel saya mengapresiasi semua kegiatan hari ini," katanya
Sekdaprov Sulsel Abdul Hayat Gani (batik) pada panen perdana varietas m70d si Barru, Minggu,(5/9/2021).ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel

Baca juga: 21.950 hektare sawah Sulsel telah panen per Maret 2021
Baca juga: Produksi pangan, petani tetap tangguh di tengah pandemi


Pengalihan fungsi lahan empat kali setahun ini tentunya dapat menurunkan angka kemiskinan. Meski demikian, harus didukung juga dengan masyarakat, tokoh agama, pendamping pertanian maupun unsur lainnya.

"Apalagi program prioritas kita di provinsi adalah pertanian, tapi harus didukung dengan alih teknologi. Tadi saya dengar ada MP400 yang menjadi andalan kita semua, bahkan sudah digunakan sampai 23 kabupaten kota se-Sulsel," jelasnya.

Apa yang dilakukan pendamping pertanian, pihak LD2DIKTI dan para tokoh masyarakat merupakan kerja nyata. Dan hal ini terwujud didukung dengan kolaborasi serta komunikasi yang baik selama ini.

"Ini bukan retorika, tapi ini langsung eksekusi. Karena ada padi di depan kita yang akan kita panen. Untuk mewujudkan itu, butuh koordinasi dan komunikasi melalui celah-celah yang bisa masuk, apakah lewat proposal di Kementerian Pertanian atau lewat internal," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Internasional Official LD2DIKTI Wilayah IX Ratu Noortia Achmad, menyampaikan terimakasih atas kedatangan Sekprov Sulsel sekaligus mensupport kegiatan panen perdana tersebut.

" Alhamdulillah sampai saat ini kami sudah punya marketing untuk hasil pertanian kita yang ada di Barru maupun daerah lain," ujarnya.

Di tempat yang sama, Pendamping Kelompok Tani Dharma Bakti 1 Soppeng Riaja, Ir Tuppu Bulu Alam, menjelaskan, varietas M70D ini merupakan padi dengan keunggulannya bisa panen dalam waktu 70 hari.

"Sekilas kami menyampaikan data padi jenis super cepat di masa saat ini. Kalau varietas lain sampai 90 hari, sementara varietas ini sangat cepat sekitar 70 hari kita sudah bisa panen," jelasnya.

Dirinya mengaku sampai saat ini sudah mendampingi berbagai kelompok termasuk kelompok kedua di Soppeng Riaja ini. Olehnya itu, dirinya optimistis dengan ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

"Kami senantiasa mendampingi petani yang cukup positif. Ini kelompok tani yang kedua yang kami dampingi. Ini kami laporkan, kami akan meningkatkan taraf hidup petani dengan panen empat kali selama satu tahun. Ini akan mengembangkan perekonomian di Barru, Sulsel bahkan secara nasional," tutupnya.
Baca juga: Mentan sebut 25 tahun di pemerintahan sehingga tahu persoalan petani
Baca juga: Wagub: petani Sulsel dimanja Alsintan Menteri Pertanian

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar