Dua wilayah di Kaltim masih diterapkan PPKM level 4

Dua wilayah di Kaltim masih diterapkan PPKM level 4

Gubernur Kaltim, Isran Noor saat mengikuti video conference (Vidcom) Monitoring dan Evaluasi PPKM Level IV di luar Jawa Bali, Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur Kaltim, Ahad. (ANTARA/Arumanto)

Samarinda (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Timur masih menyisakan dua wilayah yakni Kota Balikpapan dan Kutai Kartanegara yang masih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) level empat, sebelumnya lima wilayah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan PPKM level tertinggi tersebut.

"Perubahan ini patut kita syukuri, dari lima daerah level 4 berkurang menjadi dua. Dan itu masih kita tunggu penetapannya dari Pemerintah Pusat," kata Gubernur Kaltim, Isran Noor saar mengikuti video conference (Vidcom) Monitoring dan Evaluasi PPKM Level IV di luar Jawa Bali, Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur Kaltim, Ahad.

Vidcom tersebut dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, diikuti beberapa menteri terkait lainnya.

Gubernur Isran Noor mendengarkan penjelasan Menko Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Naional (KPC-PEN) Airlangga Hartato, terkait perkembangan kondisi dan situasi pengendalian Covid-19 di seluruh tanah air di Indonesia yang melaksanakan PPKM level II, III maupun level IV termasuk Provinsi Kaltim.

Baca juga: Bontang sumbang kasus sembuh dari COVID-19 tertinggi di Kaltim

Baca juga: Pemprov kebut renovasi Asrama Atlet Kaltim guna isoter pasien COVID-19


Mantan Bupati Kutai Timur ini merasa senang, berdasarkan keterangan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk Kaltim yang tadinya ada lima daerah yang masih masuk level IV, yakni Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Paser sudah berkurang, tersisa dua daerah, yakni Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan.

Selain penurunan jumlah daerah level IV ke level III, Gubernur Isran Noor juga merasa senang, karena berdasarkan laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani realisasi anggaran dalam penggunaan biaya penanganan Covid di Kaltim sudah di atas 50 persen.

"Alhamdulillah, dari monitoring dan evaluasi, realisasi anggaran untuk penanganan pamdemi kita tertinggi di Kalimantan dan di atas 50 persen" ujar Isran.

Terkait penurunan jumlah daerah PPKM, Isran Noor berharap, masyarakat dan semua pihak tetap waspada penyebaran COVID-19 dengan tetap taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.*

Baca juga: Kutai Kartanegara sumbang kasus sembuh terbanyak di Kaltim

Baca juga: Kasus sembuh dari COVID-19 di Kaltim bertambah 732 orang

Pewarta: Arumanto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

330 sekolah di Bandung terapkan PTM 100 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar