Pakar AS: Pfizer akan dijadikan dosis penguat, Moderna masih proses

Pakar AS: Pfizer akan dijadikan dosis penguat, Moderna masih proses

Pakar penyakit menular terkemuka Dr. Anthony Fauci bersaksi di depan Senat Amerika Serikat di Washington, AS, Juli 2021. ANTARA/Pool via REUTERS/J. Scott Applewhite/am.

Washington (ANTARA) - Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci, Minggu (5/9), mengatakan para pejabat kemungkinan akan segera mendapatkan izin soal pemberian vaksin COVID-19 ketiga Pfizer, meski vaksin Moderna dapat memakan waktu lebih lama.

Ketika ditanya dalam acara "Face the Nation" di CBS mengenai tujuan Presiden Joe Biden untuk memberikan dosis penguat mulai 2 September, Fauci menuturkan bahwa "dalam sejumlah hal" tujuan tersebut masih sekedar wacana.

Sementara Pfizer-BioNTech telah mengajukan data penting mengenai dosis penguat kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), ujarnya, Moderna belum merampungkan proses tersebut.

Fauci berharap izin bisa diberikan terhadap kedua vaksin tersebut, ketika vaksinasi dengan dosis penguat diluncurkan. Namun jika proses Moderna belum selesai sebelum 20 September, dosis penguat Moderna akan diberikan kemudian. 
 
Moderna dan FDA belum membalas surat elektronik untuk berkomentar.

Melalaui pernyataan yang dirilis pada Rabu (1/9), Moderna menyatakan telah "berinisiatif mengajukan" data dosis penguat vaksin buatannya kepada FDA.

Baca juga: Amerika rencanakan suntikan penguat COVID dengan jeda enam bulan

Bagaimana --atau bahkan apakah-- pemberian dosis penguat perlu diberikan muncul sebagai masalah yang pelik pada saat COVID-19 terus membunuh orang-orang di seluruh dunia yang tidak divaksin. 
 
Pada Agustus, pemerintahan Biden mengumumkan bahwa otoritas akan menawarkan dosis penguat kepada warga Amerika mulai 20 September.

Pengumuman Biden itu mengambil alih proses yang biasanya diputuskan oleh FDA dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), kata beberapa mantan dan anggota aktif panel penasihat CDC dan ilmuwan FDA kepada Reuters.

Para ilmuwan masih memperdebatkan tentang seberapa banyak imunitas bisa ditingkatkan oleh dosis penguat, juga apakah seluruh warga Amerika harus mendapatkan vaksin berikutnya, ketimbang mereka yang sangat berisiko mengalami penyakit parah.
 
Fauci menekankan bahwa kedua vaksin penguat dianggap aman, namun bahwa FDA dan pejabat-pejabat lainnya akan mempelajari data untuk memastikan aspek tersebut. 

"Ketika berurusan dengan langkah untuk membuat masyarakat Amerika menerima layanan penanganan, perlu dipastikan bahwa Anda benar-benar yakin," katanya.


Sumber: Reuters

Baca juga: AS akan berikan vaksin booster bulan ini, gunakan Pfizer

Baca juga: Dokter bantah hanya vaksin Moderna yang aman untuk autoimun


 

RI terima 1,19 Juta dosis Vaksin Pfizer kedua

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar