Pakar dorong Kejagung seret aktor lain yang terlibat korupsi Asabri

Pakar dorong Kejagung seret aktor lain yang terlibat korupsi Asabri

ASABRI

Jakarta (ANTARA) - Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Muzakir mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) RI agar terus mengungkap dan menyeret aktor-aktor lain yang ikut terlibat dalam kasus korupsi PT Asabri yang merugikan negara hingga Rp22 miliar lebih.

"Tidak hanya pihak yang muncul dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), tetapi juga aktor lain yang lebih besar dalam menjarah dana Asabri," kata dia di Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, Muzakir meminta penyidik menerapkan pasal penyertaan dengan teknik pengujian satu paket dakwaan. Dengan demikian, akan tergambar siapa saja aktor intelektual dalam kasus korupsi PT Asabri.

"Sebab, tercecernya peran aktor intelektual dalam satu perkara karena penyidik atau JPU mensplit (memecah) berkas masing-masing tersangka," ujar dia.

Baca juga: Empat penerima kekayaan kasus Asabri berstatus terpidana
Baca juga: Pakar: Siapapun penerima korupsi dana Asabri harus diproses hukum
Baca juga: Kejagung tetapkan satu tersangka baru PT Asabri


Saat di persidangan yang terungkap hanya tersangka dengan peran-peran pinggiran bukan pelaku utama. Oleh sebab itu, penting menjadikan satu paket dakwaan, kata Muzakir.

Sementara itu, Kejagung RI memastikan akan mengungkap secara tuntas dan menyeret siapa saja yang terlibat dalam kasus korupsi PT Asabri tanpa pandang bulu.

"Akan terus kita dalami semua pihak yang diduga terlibat," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Supardi.

Penegasan oleh Supardi terbukti karena setelah itu Kejagung menetapkan tersangka baru yakni Teddy Tjokrosaputro Presiden Direktur PT Rimo International Lestari, partner sekaligus adik kandung tersangka Benny Tjokrosaputro sebagai pemegang saham RIMO.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BPK & DPR targetkan kasus Jiwasraya selesai 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar