Menteri LHK paparkan peran standardisasi instrumen lingkungan

Menteri LHK paparkan peran standardisasi instrumen lingkungan

Tangkapan layar dari Menteri LHK Siti Nurbaya dalam acara INAFOR 2021 yang dipantau dari Jakarta, Selasa (7/9/2021). ANTARA/Prisca Triferna.

Instrumen baru ini mendorong manajemen yang lebih baik
Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan standardisasi instrumen lingkungan hidup dapat memandu pembangunan yang berwawasan lingkungan dan Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BSILHK) diharapkan dapat mendorong hal itu di semua sektor.

Membuka acara International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) 2021 secara virtual pada Selasa, Menteri LHK Siti mengatakan dalam mendukung implementasi UU Cipta Kerja maka KLHK membangun instrumen baru BSILHK pada Juli 2021.

"Instrumen baru ini dapat mendukung pelaksanaan undang-undang dan mendorong manajemen yang lebih baik dengan berwawasan lingkungan di semua sektor termasuk di sektor kehutanan. Standar dan instrumen akan memandu pemangku kepentingan untuk bekerja dan beroperasi dalam arah yang sama yaitu dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dalam kegiatan pembangunan," kata Siti dalam acara yang dipantau dari Jakarta pada Selasa.

BSILHK sebagai wadah organisasi baru di bawah KLHK bertanggung jawab dan memegang peranan kunci membangun standar berbasis sains dan teknologi sebagai pilihan terbaik dalam harmonisasi aspek kemudahan berusaha di sektor kehutanan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Baca juga: Pengelolaan lingkungan jadi indikator keberlanjutan operasi perusahaan

Baca juga: Jalan keluar bagi klisenya persoalan sampah


Siti menyebut bahwa pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia memasuki era baru dengan pemberlakuan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pemerintah Indonesia, kata Siti, mengeluarkan UU Cipta Kerja sebagai terobosan yang akan meningkatkan investasi dan kegiatan usaha, dengan tetap menjaga prinsip-prinsip wawasan lingkungan dan keberlanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menyampaikan apresiasi terhadap para peneliti, terutama yang berperan dalam sektor lingkungan hidup dan kehutanan.

Dia berharap konferensi para peneliti kehutanan dan lingkungan Indonesia itu dapat memunculkan temuan dan rekomendasi standar instrumen pengelolaan lingkungan dan kehutanan yang lebih baik.

"Melalui The 6th INAFOR 2021 ini, diharapkan dapat muncul temuan baru sains, teknologi, dan rekomendasi standar instrumen pengelolaan lingkungan dan kehutanan yang lebih baik. Selain untuk mendorong perbaikan lingkungan dan kelestarian hutan, juga menjadi acuan bagi masyarakat umum, pemerintah daerah dan swasta yang ingin mengembangkan usaha di bidang lingkungan dan kehutanan," demikian Siti.

Baca juga: Pemerintah dorong implementasi ide kelola sampah oleh generasi muda

Baca juga: Menperin: Ekonomi sirkular berangkat dari pengelolaan sampah plastik

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Perlunya pengolahan sampah sebelum berangkat ke TPA

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar