KKP ajak warga perbatasan RI-Papua Nugini cegah hama penyakit ikan

KKP ajak warga perbatasan RI-Papua Nugini cegah hama penyakit ikan

Acara temu masyarakat dan pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan di wilayah perbatasan RI-PNG. ANTARA/HO-KKP/am.

Salah satu tujuan sistem perlintasan PLBN ialah mencegah masuknya hama dan penyakit ikan karantina
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak warga perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini untuk mencegah masuknya hama dan penyakit ikan guna menyadari pentingnya sistem penjaminan kesehatan mutu ikan.

"Kami lakukan pendekatan humanis, kami lakukan temu masyarakat dan stakeholder wilayah perbatasan RI-PNG," kata Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Merauke, Nikmatul Rochmah, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan, acara temu masyarakat dilakukan guna menggandeng para pemangku kepentingan dan sejumlah lembaga menggelar ngobrol santai terkait sistem, mekanisme dan prosedur lintas batas negara.

Hal itu, ujar dia, seperti yang telah dilakukan pada awal September 2021 di pos lintas batas negara (PLBN) Sota.


Baca juga: KKP susun daftar penyakit ikan berbahaya demi jaga kualitas ekspor

Terlebih, ujar dia, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan PLBN Sota pada September 2021.

"Alhamdulillah, masyarakat antusias saat ngobrol santai dan kita sampaikan pentingnya PLBN ini," ujarnya.

Nikmatul memastikan, SKIPM Merauke telah menyiapkan standard operational procedure (SOP) Penjaminan Kesehatan Ikan dan Hasil Perikanan Impor sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tujuannya ialah untuk menjaga keamanan hayati ikan dari ancaman hama dan penyakit karantina serta keamanan pangan untuk ikan-ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat perbatasan.


Baca juga: KKP bentuk Gugus Tugas Pengendalian Penyakit Ikan Nasional


"Salah satu tujuan sistem perlintasan PLBN ialah mencegah masuknya hama dan penyakit ikan karantina (HPIK)," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021, regulasi ini menjadi bagian dari pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit ikan karantina yang kian berkembang.

Dalam regulasi ini, menyebut terdapat sejumlah virus, bakteri, parasit dan jamur yang dibagi dalam kelompok pisces, crustacea, mollusca, dan amphibia.


Baca juga: KKP jaga mutu hasil perikanan di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Menteri Kelautan: Jaminan mutu ekspor perikanan penting di pasar dunia

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar