Konsumsi listrik sektor industri tumbuh 4,44 persen hingga Juli 2021

Konsumsi listrik sektor industri tumbuh 4,44 persen hingga Juli 2021

Ilustrasi pekerja industri percetakan memeriksa koran sebelum diterbitkan kepada pelanggan. (ANTARA/HO-PLN)

Ini tentu menandakan Indonesia  mulai bangkit dari pandemi COVID-19 dan ekonomi  mulai berjalan.
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) mencatat angka konsumsi listrik sektor industri mencapai 146 terrawatt per jam (TWh) terhitung sejak Januari hingga Juli 2021, tumbuh sebesar 4,44 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan peningkatan konsumsi listrik mengindikasikan pemulihan sektor industri di Indonesia.

“Ini tentu menandakan Indonesia  mulai bangkit dari pandemi COVID-19 dan ekonomi  mulai berjalan,” kata Bob dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: PLN: Produksi listrik "co-firing" capai 85.015 MWh hingga Juli 2021

Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah besi dan baja sebesar 21 persen. Kemudian diikuti otomotif sebesar 19,5 persen, tekstil sebesar 6,9 persen, plastik sebesar 5 persen, dan makanan & minuman sebesar 3,7 persen.

“Untuk sektor bisnis hingga Juli, memang belum terlalu tumbuh signifikan. Meski begitu, sektor bisnis seperti mal, pusat perbelanjaan hingga sektor pariwisata mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik,” tambah Bob.

Selain industri, sektor rumah tangga juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 3,34 persen.

Baca juga: Pemerintah dorong produk ketenagalistrikan bersertifikat TKDN

Peningkatan konsumsi listrik juga terlihat dari meningkatnya beban puncak kelistrikan, terutama pada sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Sepanjang semester I 2021, beban puncak kelistrikan telah berada di atas 27.000 megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi terjadi pada 8 Juni 2021 sebesar 27.335 MW.

Sebelumnya pada 2020, beban puncak kelistrikan Jawa-Bali hanya berada di angka 26.000 MW.

Demi meningkatkan penjualan listrik, PLN akan fokus pada strategi mendorong permintaan yang akan ditempuh melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi.

Baca juga: Selama PPKM Level 4, konsumsi listrik di DKI Jakarta turun 13 persen

Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui bundling dan promo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, seperti promo tambah daya Super Merdeka Listrik.

Promo itu memberikan harga spesial Rp202.100 untuk biaya penyambungan pada layanan tambah daya bagi konsumen tegangan rendah satu phasa daya 450 VA dan 900 VA di semua golongan tarif dengan pilihan daya akhir mulai daya 900 VA sampai daya 5.500 VA.

Strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem dan penggunaan satu juta kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis baterai.

Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN dengan melihat ceruk pasar yang masih potensial, seperti electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Konsumsi listrik industri di Batam mulai pulih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar