DKI percepat pembuatan kode QR untuk tempat usaha

DKI percepat pembuatan kode QR untuk tempat usaha

Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, Jumat (3/9/2021). ANTARA/Natisha Andarningtyas/aa.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 
mempercepat pembuatan kode respons cepat (Quick Response/QR) di sejumlah tempat usaha untuk mendukung pergerakan ekonomi saat PPKM Level 3 di Ibu Kota.

"Kami akan percepat proses pembuatan QR Code supaya lebih cepat lagi kita bergerak," kata Anies Baswedan di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pembuatan kode QR di tempat usaha seperti restoran dan pabrik mengalami kendala karena terbatas.

Padahal perekonomian dapat bergerak salah satunya dibantu oleh beberapa kegiatan usaha yang sudah boleh dimulai meski beberapa di antaranya masih tahap uji coba.

Selama pelonggaran PPKM Level 3 di Jakarta sejumlah tempat usaha di antaranya mal dan pusat perbelanjaan sudah diperbolehkan buka terbatas dalam masa uji coba.

Baca juga: BI DKI ungkap Jakarta punya modal lanjutkan pemulihan ekonomi
Baca juga: BPS DKI nilai produktivitas industri manufaktur mulai membaik
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020). Pemerintah DKI Jakarta menetapkan tanggal 15 Juni 2020 untuk kembali membuka pusat perbelanjaan publik setelah ditutup sekitar tiga bulan karena pandemi virus corona (COVID-19). ANTARA/Fauzi Lamboka
Salah satu syaratnya untuk bisa masuk mal adalah dengan memindai kode QR vaksinasi melalui aplikasi di setiap mal.

Begitu juga ketika memasuki tempat wisata seperti Ancol, restoran, rumah makan atau kafe  di ruang terbuka atau berada di gedung tersendiri, juga memerlukan pindai kode QR. Salah satunya untuk sertifikat vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi.

Terbaru, melalui Keputusan Gubernur DKI Nomor 1072 tentang PPKM level tiga di Jakarta, supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat ekonomi di Ibu Kota tumbuh mencapai 10,91 persen pada triwulan II-2021 atau lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami kontraksi 8,33 persen.

BPS DKI Jakarta memperkirakan melesatnya pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota salah satunya didorong pelonggaran kegiatan ekonomi dan sosial saat PPKM.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar