Artikel

Torehan prestasi untuk Ibu Pertiwi iringi peringatan Haornas

Oleh Arindra Meodia

Ilustrasi - Melangkah ukir prestasi (Antara/Juns)

Melangkah ukir prestasi

Selain cabang olahraga yang mendulang medali, sejumlah cabor lain juga mencoba mengukir prestasi, salah satunya selancar ombak, yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Olimpiade.

Debut di Olimpiade Tokyo, Indonesia berhasil mengirimkan perwakilannya untuk cabang olahraga selancar ombak. Tak hanya mewaliki Merah Putih, Rio Waida bahkan menjadi satu dari tiga peselancar yang berasal dari Asia untuk bertanding di Olimpiade.

Rio Waida juga berhasil masuk ke babak 16 besar. Hal ini, menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI), Arya Sena Subyakto, membawa dampak yang luar biasa dan animo yang kuat dari masyarakat terhadap olahraga selancar ombak.

Baca juga: Ketum KOI bilang Rio Waida punya potensi luar biasa

"Ini membuat anak-anak menjadi lebih semangat," kata Arya.

Sejauh ini, Arya melihat pemerintah telah memberikan perhatian kepada olahraga selancar. Terlebih selancar ombak telah menorehkan prestasi di SEA Games Filipina 2019, dengan berhasil memboyong dua emas, satu perak dan tiga perunggu -- dari empat nomor yang dipertandingkan.

Selancar ombak juga untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Menjadi cabang olahraga ekshibisi, selancar ombak akan mempertandingkan dua nomor, yaitu short board atau papan pendek putra dan nomor aerial atau mengudara putra, pada 22-24 September 2021.

Selancar ombak, menjadi salah satu cabang olahraga ekshibisi di PON Papua. Satu lainnya adalah esport, yang mempertandingkan empat nomor, yakni game Free Fire, Mobile Legends, eFootball PES 2021 dan PUBG Mobile.

Baca juga: Esport resmi jadi cabor eksibisi pertandingan PON XX Papua

Menariknya, esport di PON XX Papua juga menghadirkan game lokal Lokapala sebagai pertandingan persahabatan.

Keterlibatan Lokapala dalam pesta olahraga nasional yang akan dibuka 2 Oktober hingga 13 Oktober itu memiliki makna tersendiri bagi CEO Anantarupa, Ivan Chen, pengembang game bergenre multipemain yang bertarung dalam satu arena secara daring atau Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) tersebut.

"PON pertama Indonesia diselenggarakan di Surakarta, yaitu kota kelahiran saya, dan PON pertama itu untuk menunjukkan kedaulatan di dunia bahwa Indonesia ini negara berdaulat yang pada waktu itu sempat diblokade oleh Belanda," kata Ivan.

Masuknya Lokapala dalam PON dalam pertandingan persahabatan, Ivan menambahkan, juga menunjukkan kepada dunia bahwa "Indonesia juga berdaulat di dalam industri game esport."

Kehadiran PON memang erat kaitannya dengan kelahiran Hari Olahraga Nasional (Haornas), yang diperingati setiap tanggal tanggal 9 September, bertepatan dengan hari pembukaan Pekan Olahraga Nasional di Solo pada tahun 1948.

Dengan sederet medali yang berhasil ditorehkan para atlet Indonesia menjelang Haornas tahun ini, optimisme raihan prestasi dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Terlebih, pada Haornas tahun ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan secara resmi meluncurkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), merupakan cetak biru pembinaan olahraga prestasi nasional agar sistematis, berkelanjutan dan masif.

Baca juga: PON 1948, Haornas dan Desain Besar Olahraga Nasional
Baca juga: Haornas dan harapan kebangkitan prestasi olahraga melalui DBON

Oleh Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Haornas, Menpora beri penghargaan dubes RI untuk Jepang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar