Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Pongo berencana meluncurkan program rekrutmen live streaming melalui pelatihan MCN (Multi Channel Network) dan multi-channel resources docking di Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memberikan panggung yang lebih besar bagi para pelaku live streaming, sekaligus memberikan peluang pendapatan baru bagi masyarakat Indonesia.

"Kami memiliki pengalaman, pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pasar Indonesia untuk mendorong industri e-commerce ke tahapan berikutnya. Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan talenta-talenta di Indonesia dan mendorong perkembangannya untuk menjadi pelaku live streaming papan atas," ujar Direktur Pongo Indonesia, Nathasya Kristianto, melalui keterangannya, Kamis.

Program ini sejalan dengan fokus Pongo pada percepatan bisnis video pendek dan e-commerce live streaming di berbagai negara, terutama di Indonesia, dengan pendanaan Seri A senilai 7,71 juta dolar AS dari SMZDM, Lenovo Venture Capital, dan Grit Ventures baru-baru ini.

Industri live streaming di Indonesia telah bermunculan di berbagai platform e-commerce dengan menu live streaming dalam aplikasinya. Pongo Indonesia mengambil pelajaran dari keberhasilan streaming langsung di platform e-commerce di China dan menghadirkan fitur live streaming terbaik melalui ekosistemnya.

Pelaku live streaming akan menjalani pelatihan tanpa biaya dengan mekanisme terstruktur, mulai dari penjualan dengan cara yang menghibur hingga strategi personal branding serta pemanfaatan sumber daya komersial seperti sponsor produk dan kerja sama brand.

"Dengan demikian, pelaku live streaming akan dibekali dengan ekosistem yang dibutuhkan untuk menghasilkan sumber pendapatan baru bagi mereka," kata Nathasya.

Saat ini, Pongo International telah memiliki lebih dari 20 pelaku live streaming yang mencakup berbagai kategori produk termasuk elektronik, kecantikan, fashion, dan aksesoris di Asia Tenggara.

"Kami juga ingin berkontribusi pada pemulihan ekonomi dengan memberikan masyarakat Indonesia alternatif karir yang menarik sebagai pelaku live streaming dan mendapatkan pendapatan yang stabil," kata Nathasya.

"Indonesia sendiri telah memiliki sekitar 200 juta pengguna internet, dan banyak orang mulai beralih ke belanja online akibat pandemi COVID-19. Kami yakin dengan memanfaatkan peluang ini, masyarakat bisa menghasilkan penghasilan tambahan di tengah pandemi dengan bergabung sebagai pelaku live streaming e-commerce, sekaligus melakukan penjualan produk melalui live streaming dari rumah," imbuhnya.


Baca juga: Dapat suntikan dana, Pongo fokus bisnis video pendek & live streaming

Baca juga: CameraFi Live rilis fitur streaming vertikal DSLR live e-commerce

Baca juga: E-commerce live streaming meningkat signifikan di Indonesia

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021