Haornas

Haornas, Leani harap atlet disabilitas dapat kesetaraan publikasi

Haornas, Leani harap atlet disabilitas dapat kesetaraan publikasi

Atlet para-badminton Leani Ratri Oktila berpose dengan medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 untuk ganda campuran yang diperolehnya bersama pasangannya Hary Susanto, Tokyo, Jepang, Minggu (5/9/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/aa. (REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)

Menurut saya, pemerintah saat ini sudah sangat perhatian terhadap atlet, bahkan atlet yang berprestasi pun diangkat menjadi ASN, sudah tidak ada alasan untuk orang tua takut anak nya menjadi seorang atlet
Jakarta (ANTARA) - Peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 Leani Ratri Oktila berharap media bisa berimbang memberitakan informasi terkait atlet disabilitas sehingga mereka dapat porsi publikasi yang sama layaknya para atlet non-disabilitas.

Leani merasa publikasi media terkait cabang olahraga maupun atlet disabilitas hingga saat ini masih minim, bahkan hingga peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) memasuki tahun ke-38 pada hari ini.

“Saya berharap olahraga semakin maju dan terus berimbangnya media untuk mengangkat (pemberitaan) atlet-atlet disabilitas karena minimnya informasi tentang olahraga disabilitas,” ungkap Leani saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Leani Ratri Oktila, menembus keterbatasan, mencetak sejarah

Padahal menurut atlet yang dijuluki “Ratu” para-bulu tangkis itu, cerita-cerita soal perjuangan atlet disabilitas bisa menjadi inspirasi banyak orang. Sayangnya, harapan itu tak didukung maupun dibarengi pemberitaan masif terkait keberadaan atlet dan cabang olahraga disabilitas.

“Setahu saya atlet disabilitas itu bisa menjadi inspirasi untuk orang lain hanya karena publikasinya saja yang tidak seperti atlet non-disabilitas,” tuturnya.

Namun lebih dari sekadar publikasi, Leani mengaku perhatian pemerintah terhadap atlet disabilitas hingga kini sudah jauh lebih baik.

Pembinaan atlet untuk cabang olahraga Paralimpiade dan Olimpiade menurutnya sudah setara, termasuk fasilitasi pelatnas, dukungan mengikuti kejuaraan internasional, bonus, hingga jaminan pengangkatan menjadi PNS.

“Menurut saya, pemerintah saat ini sudah sangat perhatian terhadap atlet, bahkan atlet yang berprestasi pun diangkat menjadi ASN, sudah tidak ada alasan untuk orang tua takut anak nya menjadi seorang atlet,” tutur dia.

Baca juga: David Jacobs maknai Haornas sebagai motivasi mengukir prestasi
Baca juga: Usai karantina, Kontingen Paralimpiade akan diterima Presiden Jokowi


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inilah cita-cita peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar