Tim Mitigasi PB IDI: 730 dokter gugur akibat pandemi COVID-19

Tim Mitigasi PB IDI: 730 dokter gugur akibat pandemi COVID-19

Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin bersama PNS dan tenaga medis melakukan shalat jenazah dr. Soeradi Soedjarwo Sp.S. di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Senin (30/8/2021). ANTARA/HO-Kominfo Kota Metro/aa.

Kita sudah kehilangan 43 guru besar yang tentunya itu akan sangat berarti bagi profesi, sangat berarti bagi negara, dan sangat berarti bagi masyarakat.
Jakarta (ANTARA) - Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat total jumlah dokter yang gugur akibat pandemi COVID-19 mencapai 730 dokter.

"Kematian teman sejawat dokter, sampai Kamis ini, terhitung 730 dokter yang meninggal. Terbanyak dokter umum 385, diikuti oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter spesialis penyakit dalam, dan kesehatan anak," papar Ketua Tim Mitigasi Dokter PB IDI, Adib Khumaidi dalam webinar bertema "Penatalaksanaan COVID-19 dan Sosialisasi Standar Perlindungan Dokter" dipantau via daring di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, kematian tertinggi dokter akibat COVID-19 terjadi pada Juli 2021, hingga mencapai 216 orang. Pada Agustus 2021 lalu, Tim Mitigasi PB IDI mencatat sebanyak 72 dokter juga gugur akibat COVID-19.

"Artinya, kematian dokter masih tinggi. Kita berharap pada September dan bulan selanjutnya tidak ada lagi kematian teman sejawat dokter," katanya.

Baca juga: Dokter RSUD Metro meninggal dunia terinfeksi COVID-19

Baca juga: Balikpapan kehilangan satu dokter lagi


Dalam kesempatan itu, Adin juga menyampaikan, jumlah dokter yang gugur berdasarkan wilayah paling banyak terjadi di Jawa Timur, yakni sebanyak 165 orang.

Disusul Jawa Barat sebanyak 111 dokter, Jawa Tengah sebanyak 103 dokter, DKI Jakarta sebanyak 95, dan Sumatera Utara sebanyak 52 dokter meninggal. "Kematian tertinggi pada usia 50-60 tahun," papar Adib.

"Kita sudah kehilangan 43 guru besar yang tentunya itu akan sangat berarti bagi profesi, sangat berarti bagi negara, dan sangat berarti bagi masyarakat," tuturnya.

Sebagai upaya mengendalikan pandemi dan membantu para dokter, Adib juga mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan sumbangan alat pelindung diri (APD) ke sejumlah daerah, di antaranya Gorontalo, Kupang, Papua, Jawa Timur, dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

"Di Jabodetabek, kami langsung serahkan kepada teman-teman yang ada di fasilitas kesehatan, yaitu rumah sakit dan Puskesmas," ujarnya.*

Baca juga: IDI Bali: 11 dokter meninggal karena COVID, 65 orang jalani isolasi

Baca juga: Satu lagi dokter di Kotim wafat setelah terpapar COVID-19

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Paska banjir warga peroleh pengobatan gratis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar