Kadin dukung pendanaan produksi alat kesehatan anggota Asproksi

Kadin dukung pendanaan produksi alat kesehatan anggota Asproksi

Tenaga kesehatan dengan Alat Pelindung Diri lengkap tengah melakukan koordinasi melalui layar monitor di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat. APD merupakan alat kesehatan yang ketersediaannya sangat dibutuhkan di tengah pandemi COVID-19 sepertihalnya masker medis dan sebagainya. ANTARA/HO-Cisco Indonesia.

Jakarta (ANTARA) - Kadin Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembiayaan anggota Asosiasi Produk Alat Kesehatan Indonesia Standar Internasional (Asproksi) agar mampu meningkatkan produksi sesuai permintaan pasar yang semakin tinggi di tengah pandemi.

"Kami siap mendukung pendanaan anggota Asproksi untuk setiap peningkatan produksi alat kesehatan termasuk pendistribusiannya," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Dian Prasetio dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, terkait pertemuannya dengan pengurus Asproksi.

Dalam mewujudkan rencana itu, jelas Dian, terlebih dahulu akan dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama antara Kadin Indonesia dengan Asproksi.

Terkait komitmen Kadin Indonesia itu, Ketua Asproksi dr. Melanie mengatakan apabila kerja sama ini bisa segera diwujudkan maka merupakan berkah bagi anggotanya agar bisa berkembang dan membantu masyarakat dalam mendapatkan produk alat kesehatan secara merata dengan harga terjangkau.

Dian Prasetio berpesan kepada pengurus Asproksi bahwa situasi pandemi saat ini, walaupun anggota Asproksi dapat lebih mudah memproduksi dan mendistribusikan alat kesehatan, tetap harus menghemat biaya-biaya agar harga di pasar tidak memberatkan masyarakat.

Dian mengatakan dengan program pendanaan kepada produsen dan distributor alat kesehatan di bawah naungan Asproksi, seperti masker, sarung tangan, dan alat kesehatan lainnya akan semakin terjangkau.

Tujuan akhirnya ekonomi Indonesia tetap dalam jalur yang tepat sekaligus membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, tutup Dian.

Kementerian Kesehatan menyebutkan izin edar untuk barang-barang alat kesehatan produksi dalam negeri terus bertambah dari sebelumnya 2.300 izin edar sekarang ini menjadi 9.400 izin edar.

Sedangkan total "spending" (belanja) untuk sektor kesehatan baik yang dilakukan oleh individu, perusahaan swasta, BUMN, pemerintah daerah dan pusat berkisar di angka Rp490 triliun setahun.

Dari pengeluaran itu yang paling besar digunakan untuk membayar layanan kesehatan yang diberikan oleh dokter maupun dalam penggunaan alat kesehatan.


 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penjualan APD buatan UMKM terkendala izin Dinas Kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar