Kemenperin sebut industri sawit mampu hasilkan 160 produk hilirisasi

Kemenperin sebut industri sawit mampu hasilkan 160 produk hilirisasi

PT Pertamina (Persero) mengembangkan bahan bakar pesawat dengan campuran minyak kelapa sawit sebagai upaya menurunkan emisi karbon sektor transportasi udara. Produk bernama Bioavtur J2.4 tersebut dibuat oleh Kilang Pertamina Internasional di Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Pertamina.

Ke depan perindustrian kita semua harapkan bisa produksi green fuel, dan ini andalan kita
Jakarta (ANTARA) - Plt Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyebutkan industri sawit dalam negeri mampu menghasilkan 160 produk hilirisasi dari bahan baku minyak sawit mentah atau CPO untuk meningkatkan nilai tambah.

"Kami juga mencatat di perindustrian ada 160 produk hilir yang mampu diproduksi di dalam negeri. Baik untuk keperluan pangan, nutrisi, maupun bahan kimia, dan juga sebagai bahan bakar energi baru terbarukan," kata Putu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Putu menyebut jumlah produk sawit Indonesia juga sudah didominasi oleh produk hilirisasi yaitu sebesar 80 persen ketimbang dijual dalam bentuk bahan baku minyak sawit mentah sekitar 15 persen. Menurut Putu, jumlah produk hilirisasi ini semakin bertambah dari tahun ke tahun.

Dia berharap industri sawit Indonesia ke depannya berfokus pada pengembangan energi baru terbarukan yang menjadi andalan Indonesia di mata dunia.

"Ke depan perindustrian kita semua harapkan bisa produksi green fuel, dan ini andalan kita," katanya.

Putu juga mencatat peningkatan ekspor produk sawit dalam bentuk oleokimia, yaitu bahan baku kimia untuk membuat produk-produk kosmetik, farmasi, hingga kebutuhan sehari-hari.

Dia menyebutkan ekspor produk oleokimia dari minyak sawit pada periode Januari-Mei 2020 meningkat 10,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Awal pandemi terdapat kenaikan ekspor oleochemical sebesar 10,47 persen dengan volume 1,66 jt ton atau senilai 1,5103 miliar dollar AS dibandingkan dengan sebelumnya. Januari-Mei kenaikannya sudah 10 persen," katanya.

Menurut Putu, industri kelapa sawit Indonesia bisa menjadi salah satu sumber daya yang akan menggerakkan perekonomian Indonesia sehingga mampu mandiri dan inklusif.

Putu berpendapat, industri sawit Indonesia sulit untuk dibendung dengan isu-isu negatif dikarenakan sangat produktif dan banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

Hingga saat ini, Indonesia menjadi negara yang memiliki pangsa pasar minyak nabati terbesar di dunia dengan minyak kelapa sawit yaitu sebesar 45 persen pasar global.

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dugaan perbudakan oleh Bupati Langkat, Polda Sumut bentuk tim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar