Emas naik dipicu pelemahan dolar, spekulasi tapering batasi keuntungan

Emas naik dipicu pelemahan dolar, spekulasi tapering batasi keuntungan

Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA/REUTERS/Arnd Wiegmann/aa.

Harga emas akan berkonsolidasi di sekitar level ini
Chicago (ANTARA) - Emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), terangkat oleh sedikit kemunduran dolar AS, tetapi spekulasi baru bahwa Federal Reserve AS dapat memulai tapering atau pengurangan awal dukungan ekonomi selama pandemi membatasi kenaikan, dengan Bank Sentral Eropa (ECB) juga memperlambat pembelian obligasinya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange terangkat 6,5 dolar AS atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 1.800 dolar AS per ounce setelah selama dua hari beruntun berada di bawah level psikologis tersebut.

Emas berjangka jatuh 5 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.793,50 dolar AS pada Rabu (8/9/2021), setelah terjun 35,2 dolar AS atau 1,92 persen menjadi 1.798,50 dolar AS pada Selasa (7/9/2021), dan merosot 8,20 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 1.825,50 dolar AS pada Senin (6/9/2021).

Baca juga: Emas jatuh ke terendah dua minggu karena dolar memperpanjang kenaikan

Membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, dolar turun tipis, sementara euro memperpanjang kenaikan moderat setelah ECB mengatakan akan memperlambat laju pembelian obligasi di bawah skema daruratnya.

Data klaim pengangguran mingguan AS mendekati posisi terendah 18-bulan, "yang memperkuat keyakinan bahwa pengumuman tapering (Fed) Desember adalah mungkin. ... Jadi, harga emas akan berkonsolidasi di sekitar level ini,” kata Ed Moya, analis pasar senior di pialang valuta asing OANDA.

Peningkatan kemungkinan bahwa ECB dapat mulai mengurangi stimulus di beberapa titik tahun depan dapat mendorong penurunan awal emas kembali di bawah 1.800 dolar AS per ounce, Moya menambahkan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (9/9/2021) bahwa klaim awal pengangguran AS turun 35.000 menjadi 310.000 dalam pekan yang berakhir 4 September, level terendah sejak pertengahan Maret 2020 ketika pandemi dimulai.

Baca juga: Fed: Pasar tenaga kerja ketat, prospek ekonomi AS masih positif

Emas cenderung naik ketika suku bunga rendah, sementara beberapa investor juga melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus.

Analis StoneX, Rhona O'Connell mengatakan bahwa "ketidakpastian keseluruhan menjaga emas tetap didukung, sementara elemen jangka panjang yang menopang harga emas adalah prevalensi suku bunga riil negatif."

“Varian Delta (virus corona) jelas masih memperkeruh perairan,” tambah O'Connell.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 12,1 sen atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada 24,177 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 1,6 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 974,5 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas terjun 35,2 dolar terseret kenaikan "greenback" dan imbal hasil
Baca juga: Emas turun tertekan penguatan dolar, spekulasi "tapering" berkurang

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Turunnya harga cabai merah dan emas picu deflasi di Sumbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar