Pekanbaru (ANTARA News) - Balai Taman Nasional Tesso Nilo menyiapkan lahan seluas 40 hektare untuk pembangunan pusat konservasi gajah sumatra yang pendanaannya dibantu Belgia.

"Lokasi pembangunan pusat konservasi gajah menempati zona pemanfaatan taman nasional dan sudah ada sekitar 40 hektare lahan di taman nasional yang diplot untuk lokasi tersebut," kata Kepala Balai TNTN Hayani Suprahman kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan lokasi PKG tepatnya berada di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kabupaten Pelalawan. Lokasi itu juga berdekatan dengan kamp pasukan gajah latih Flying Squad, binaan WWF dan perusahaan swasta. "Akhir tahun ini saya rasa sudah bisa dibangun," ujarnya.

Taman safari Belgia, Paradiso Park menghibahkan dana sekitar 200 ribu Euro atau setara Rp2,4 miliar untuk membantu pelestarian gajah sumatra di TNTN.

Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan Direktorat Jendral Perlindungan Hutan Konservasi Alam (PHKA) Rafles B. Panjaitan saat berkunjung ke Pekanbaru, Jumat, mengatakan Kementerian Kehutanan melibatkan Taman Safari Cisarua Bogor Jawa Barat dalam proses dana hibah itu.

Hibah dari Belgia itu merupakan bagian dari kontrak peminjaman sepasang gajah Sumatra Taman Safari Bogor ke Paradiso Park sejak 2009. Sepasang gajah sumatra tersebut merupakan keturunan ketiga dari gajah di Way Kambas, Lampung.

"Selain menghibahkan 200 ribu euro, Paradiso juga meminjamkan tiga jerapah untuk Taman Safari Indonesia," kata Rafles.

Menurut dia, sarana dan prasarana Pusat Konservasi Gajah di dalam kawasan TNTN di antaranya adalah rumah mahout (pawang gajah) dan pemandian untuk gajah.

"Dana hibah tersebut disalurkan secara bertahap selama lima tahun sesuai dengan kontrak peminjaman gajah sumatra," jelasnya.

Ia mengatakan dana hibah yang digelontorkan pada tahun ini sekitar 50 ribu Euro. Sekitar 25 ribu euro akan disalurkan pada 2011 dan 2012, serta seterusnya masing-masing 50 ribu euro pada 2013 dan 2014.(*)

F012/N002

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010