Polisi: Pimpinan KNPB Silas Ki otak penyerangan Posramil Kisor Maybrat

Polisi: Pimpinan KNPB Silas Ki otak penyerangan Posramil Kisor Maybrat

Polda Papua Barat merilis Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Silas Ki ketua KNPB sektor Kisor yang berperan sebagai otak dibalik penganiayaan dan pembunuhan berencana empat anggota TNI di Posramil Kisor Maybrat Papua Barat. ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA.

Manokwari (ANTARA) - Polda Papua Barat mengungkap pemimpin Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sektor Kisor, Maybrat, Silas Ki sebagai otak dalam penyerangan Pos Koramil yang menewaskan empat anggota TNI.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi menyatakan Silas Ki sudah ditetapkan dalam 17 Daftar Pencarian Orang (DPO) yang secara terencana melakukan penganiayaan dan pembunuhan di Posramil Kisor.

"Rekam jejak Silas Ki diperoleh berdasarkan keterangan dua anggotanya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu MY dan MS," ujar Kabid Humas dalam konferensi pers di Markas Polda Papua Barat di Manokwari, Jumat.

Baca juga: Polda Papua Barat merilis 17 DPO penyerang Posramil Kisor Maybrat

Kombes Adam Erwindi mengatakan Silas Ki sebelumnya dikukuhkan sebagai pemimpin KNPB Sektor Kisor pada 19 Desember 2020 dan memiliki pengikut dalam struktur organisasi itu.

Kabid Humas juga mengungkap bahwa sebelum melakukan aksi penyerangan di pos persiapan Koramil Kisor, kelompok KNPB pimpinan Silas Ki dua kali melakukan pertemuan untuk menyusun rencana.

"Pertemuan dilakukan sebanyak dua kali, sekitar Juli dan Agustus sebelum dilakukan penyerangan Pos Koramil pada Kamis (2/9) dini hari," ujar Adam Erwindi.

Lebih lanjut Kabid Humas mengatakan bahwa selain peran Silas Ki, ada pula satu DPO lainnya atas nama Manfred Fatem yang sebelumnya ditetapkan sebagai DPO dua kasus pembunuhan.

Baca juga: Bupati sebut penyerangan pos TNI kasus tersadis di Kabupaten Maybrat

"Manfred Fatem adalah DPO kasus pembunuhan satu anggota Brimob Polda Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni, dan kasus pembunuhan dua warga sipil di wilayah kabupaten Maybrat bersamaan di 2020," kata Adam Erwindi.

Kabid Humas berujar bahwa tim penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengetahui motif penganiayaan dan pembunuhan empat anggota TNI di Posramil Kisor.

"Untuk saat ini kami masih terapkan tindak pidana pembuahan berencana sambil dilakukan pengembangan guna mengungkap motif sebenarnya," kata Kabid Humas.

Adapun 17 DPO tersebut adalah Silas Ki, Manfred Fatem, Musa Aifat, Setam Kaaf, Titus Sewa, Irian Ki, Alfin Fatem, Agus Kaaf, Melkias Ki, Melkias Same, Amos Ki, Musa Aifat, Moses Aifat, Martinus Aisnak, Yohanes Yaam, Agus Yaam, Robi Yaam.

Baca juga: Kapolda Papua Barat sebut penyerangan Posramil Maybrat terencana

Pewarta: Hans Arnold Kapisa
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

IDI minta pemerintah jamin keselamatan nakes di Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar