Facebook diperiksa di Italia karena kacamata pintar

Facebook diperiksa di Italia karena kacamata pintar

Ilustrasi - Logo Facebook di layar komputer terpantul melalui layar gawai. ANTARA/REUTERS/Thomas Hodel/am.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga pengawas perlindungan data di Italia meminta Facebook memberikan penjelasan tentang kacamata pintar yang baru diluncurkan, untuk melihat apakah produk tersebut mematuhi regulasi privasi di sana.

Baca juga: IBM: Biaya pelanggaran data capai rekor tinggi selama pandemi

Garante, otoritas data pribadi Italia, menghubungi Komisi Perlindungan Data Irlandia untuk meminta klarifikasi Facebook, seperti diberitakan Reuters, Minggu. Facebook memiliki kantor di Irlandia sehingga berada di bawah pengawasan Irlandia.

Garante ingin mengetahui langkah apa yang dipakai Facebook untuk melindungi orang-orang yang terekam, terutama anak-anak.

Mereka juga ingin mengetahui sistem apa yang dipakai untuk mengumpulkan data secara anonim dan fitur asisten virtual yang tersambung ke kacamata tersebut.

Facebook baru saja meluncurkan kacamata pintar yang bisa digunakan untuk memutar musik, menjawab panggilan telepon, mengambil gambar atau video singkat kemudian membagikannya lewat media sosial milik Facebook.

Kacamata pintar ini dibuat bersama EssilorLuxottica, pembuat produk Ray-Ban.

Perwakilan Facebook, melalui keterangan resmi menyatakan akan menjawab pertanyaan Garante yang dilayangkan lewat Komisi Perlindungan Data Irlandia.

"Kami tahu orang-orang punya pertanyaan tentang teknologi terbaru, jadi, sebelum meluncurkan Ray-Ban Stories, kami berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Data Irlandia untuk memperlihatkan bagaimana kami membangun privasi ke dalam produk dan fungsi kacamata agar bisa memberi rasa tenang kepada pengguna dan orang-orang di sekelilingnya," kata Facebook.

Baca juga: Facebook luncurkan kacamata pintar, bisa ambil foto dan video pendek

Baca juga: Facebook dan Ray-Ban siapkan kacamata pintar

Baca juga: Facebook gandeng Ray-Ban siapkan kacamata pintar tahun depan
.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cerita dari selatan - Awas, terorisme incar generasi milenial (bagian 2 dari 3)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar