Banjarmasin (ANTARA) - Para pegulat Provinsi Kalimantan Selatan peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 tahun 2016 di Jawa Barat kembali turun di PON ke-20 tahun 2021 di Provinsi Papua.

"Sekitar 70 persen tim Gulat kita yang pernah meraih medali di PON Jabar kita turunkan ke PON Papua," ujar Pelatih Cabang Olahraga Gulat Kalsel Zulhaidir di Banjarmasin, Senin.

Menurut dia, Kalsel menurunkan sembilan pegulat, dua diantaranya pegulat putri, yakni, Roxana dan Siti Raudah.

Roxana kelahiran Rumania yang merupakan pegulat naturalisasi dengan nama mualafnya Rahma Sofia, merupakan peraih medali emas pada PON Jabar 2016 lalu. Sementara itu Siti Raudah merupakan pegulat baru yang memulai debut di PON Papua ini.

"Dua lagi atlet kita yang belum pernah mengikuti PON atau baru hendak di PON Papua ini adalah M Fazrin dan M Seman," ujarnya.

Sementara itu, kata Zulhaidir, selain Roxana, peraih medali di PON Jabar yang kembali diturunkan di PON Papua adalah Fahriansyah, Rendi, Arbainsyah, M Rizka Adam dan Ferdinandus.

"Semua atlet kita berpeluang untuk meraih medali emas, namun jika tidak siap, prestasi bisa melayang," ujarnya.

Menurut Zulhaidir, tim Gulat Kalsel menargetkan dapat meraih minimal dua medali emas pada PON Papua ini.

"Ini target rill kita, sebab dua medali emas ini yang didapatkan pada pra-PON tadi," katanya.

Dia pun menyampaikan, kondisi di PON Papua dengan di PON Jabar tentunya berbeda, termasuk kelas pertandingan. Pada PON Jabar ada 24 kelas pertandingan, sedangkan di PON Papua hanya 18 kelas pertandingan.

"Kalau di PON Jabar lalu kita mengirim 18 atlet dengan raihan sebanyak 16 medali, yakni, empat medali emas, tiga perak dan sembilan perunggu," ujarnya.


Baca juga: Gubernur pastikan kontingen atlet Kalsel siap berangkat ke PON Papua
Baca juga: 14 cabang olahraga Kalsel lebih awal berangkat ke PON Papua
Baca juga: KONI Kalsel sudah daftarkan 111 atlet ke PON Papua

Pewarta: Sukarli
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2021