Program IISMA beri pengalaman mahasiswa belajar di luar negeri

Program IISMA beri pengalaman mahasiswa belajar di luar negeri

Ilustrasi - Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka). ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) Dr dr Wawang S Sukarya SpOG (K) mengatakan program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) memberikan kesempatan pada mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar negeri.

“Program IISMA yang diinisiasi Kemendikbudristek ini bertujuan memberi peluang kepada para mahasiswa merasakan program pembelajaran di kampus luar negeri, menyerap pelbagai disiplin ilmu dan teknologi dan sebagai ajang untuk pertukaran budaya,” ujar Wawang di Jakarta, Senin.

Baca juga: Mahasiswa FK Uhamka raih juara pertama olimpiade kesehatan regional

Dia berharap melalui IISMA yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tersebut, mahasiswa bisa memiliki pengalaman kuliah di kampus lain, terutama luar negeri. Mahasiswa juga bisa mendapat pengalaman baru, baik pengetahuan maupun memperluas perspektif mereka.

Saat ini, lanjutnya, persaingan di dunia kedokteran tak hanya nasional, tapi juga global.

“Karena itu, anak-anak kami dipersiapkan agar mampu bersaing secara global. FK Uhamka saat ini tengah menuju kampus berstandar internasional,” tuturnya.

Dua mahasiswa Vokasi Teknik Kardiovakuler FK Uhamka, yakni Dea Anindita Rachima dan Muhammad Rizki Fajri lolos program IISMA di Asia University Taiwan, mulai 13 September 2021 sampai 15 Januari 2022.

Baca juga: Fakultas Kedokteran Uhamka jadi sentra vaksinasi COVID-19

Baca juga: Uhamka buka pendaftaran fakultas kedokteran melalui jalur PMDK


Wawang menambahkan FK Uhamkatak tidak hanya mengikutsertakan mahasiswanya belajar ke luar negeri, tapi juga kerap menghadirkan pengajar asing, khususnya dari Jepang dan Belanda untuk kurikulum basic science, termasuk kerja sama penelitian dengan JICHI Medical University, sejak satu tahun terakhir untuk melakukan penelitian tentang diabetes melitus dengan sel.

Dia menambahkan sejak didirikan 2018, FK Uhamka terus menata diri. Memasuki tahun pertama di 2019, sudah ada 20 penelitian dibiayai universitas dan tiga dibiayai Pengurus Pusat Muhammadiyah. Saat ini, FK Uhamka memiliki 53 dosen, dari berbagai lulusan kampus ternama, baik lulusan lokal maupun luar negeri. Pembelajaran dengan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi.

Pewarta: Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mensos luncurkan program mahasiswa entaskan kemiskinan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar