Perpustakaan digital yang mudah diakses dapat menjaga minat baca

Perpustakaan digital yang mudah diakses dapat menjaga minat baca

Petugas mengarahkan pengunjung tentang penggunaan aplikasi iPusnas di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (5/8/2020). . ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Saya harap di era digital ini memungkinkan adanya kolaborasi, misalnya perpustakaan dengan penerbit
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi Yosi Mokalu mengatakan pentingnya digitalisasi perpustakaan agar lebih mudah diakses, terutama di tengah pandemi COVID-19, dan menjaga minat baca masyarakat.

"Saya pikir kita lagi pembatasan ya. Jadi untuk yang hobi membaca dan teman-teman yang sedang menyusun penelitian juga jadi punya cara untuk mengatasinya. Tentu saja dengan digitalisasi ini," kata Yosi kepada ANTARA, Senin.

Yosi menambahkan, kemudahan mengakses perpustakaan berkat adanya digitalisasi juga akan berdampak baik pada literasi digital sehingga masyarakat dapat mencari sumber informasi yang valid tanpa harus mengunjungi satu per satu perpustakaan konvensional.

"Misalnya saat menyusun penelitian, kalau konvensional kan kita masih mencari sendiri penelitian yang serupa yang bisa jadi referensi. Kalau secara digital kan tinggal memasukkan kata kunci," tutur Yosi yang juga merupakan anggota grup musik Project Pop itu.

Selain itu, kata Yosi, perpustakaan digital yang lebih mudah diakses juga dapat mendorong minat baca dan menjaga kemauan untuk kritis dalam mencari informasi yang valid.

"Karena menjaga minat baca dan menjaga kemauan untuk kritis dalam mencari informasi yang valid itu sangat perlu didorong," imbuhnya.

Akan tetapi, menurut Yosi, pelaksanaan digitalisasi perpustakaan di Indonesia dapat dibantu melalui kolaborasi antara pihak-pihak terkait.

"Saya sendiri memang belum menelusuri semua perpustakaan digital yang ada, tapi saya pikir data yang mereka punya masih terbatas. Saya harap di era digital ini memungkinkan adanya kolaborasi, misalnya perpustakaan dengan penerbit," ujar Yosi.

"Kalau semua melihat bahwa ini adalah kepentingan bersama, dengan berkolaborasi tentu akan semakin memudahkan," tambahnya.

Selain itu, Yosi berharap pemerintah dapat memfasilitasi kolaborasi tersebut. Dia juga berharap nantinya Indonesia memiliki perpustakaan digital nasional yang dapat mencakup perpustakaan di daerah.

"Bukan soal lokasi perpustakaan ini di mana, tapi lebih lengkap termasuk isi. Jadi satu platform bisa untuk semua perpustakaan," pungkas Yosi.

Baca juga: Kominfo luncurkan perpustakaan digital "Ruang Buku" untuk masyarakat

Baca juga: Kemendikbud kembangkan konsep perpustakaan digital yang canggih

Baca juga: Perpusnas-STIK teken MoU akses informasi perpustakaan

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kampung Literasi berantas buta aksara di Kubu Raya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar