Bursa Australia tergelincir, terseret saham sektor teknologi

Bursa Australia tergelincir, terseret saham sektor teknologi

Bendera Australia dan bursa Efek Autralia dengan panah merah turun. ANTARA/Shutterstock/pri (Shutterstock)

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia tergelincir pada perdagangan Selasa pagi, terseret oleh saham teknologi, meskipun kerugian dibatasi oleh saham energi domestik yang naik karena harga minyak yang menguat.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia (ASX) merosot 0,44 persen menjadi diperdagangkan di 7.392,2 poin pada pukul 00.30 GMT. Indeks acuan telah meningkat 0,25 persen pada Senin (13/9/2021).

Di antara sub-indeks, saham teknologi memimpin kerugian dengan terpangkas 1,36 persen. Nuix Ltd anjlok 3,25 persen menjadi pencetak kerugian terbesar pada indeks sektoral, diikuti oleh TechnologyOne Ltd turun 2,53 persen.

Saham keuangan melemah 0,56 persen, dengan Westpac merosot 0,3 persen setelah regulator persaingan Papua Nugini memutuskan untuk menolak akuisisi saham Kina Securities dalam operasi Pasifiknya.

Baca juga: Wall Street bervariasi, Indeks S&P 500 setop kerugian beruntun 5 hari

Melawan tren, persentase keuntungan teratas pada indeks acuan adalah Beach Energy Ltd yang melambung 5,29 persen, diikuti oleh Woodside Petroleum Ltd terangkat 4,7 persen.

Beach Energy juga merupakan top gainer pada sub-indeks energi yang naik lebih dari 2,0 persen setelah harga minyak naik ke level tertinggi enam minggu.

Saham energi kelas berat, termasuk Beach Energy Ltd, Oil Search Ltd, dan Santos Ltd adalah yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan volume.

Saham-saham terkait emas menguat 0,83 persen, mengikuti kenaikan harga emas. Keuntungan dipimpin oleh Dacian Gold Ltd yang melonjak 6,98 persen, diikuti oleh Pantoro Ltd meningkat 4,76 persen.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,44 persen, menjadi diperdagangkan di 13.112,5 poin.

Baca juga: Saham Aussie berakhir naik, terkerek lonjakan saham Sydney Airport


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar