PON Papua

Perpani: PON Papua jadi ajang pencarian bibit atlet potensial

Perpani: PON Papua jadi ajang pencarian bibit atlet potensial

Ilustrasi - Atlet panahan berlatih di Stadion Abdurrahman Saleh Situbondo. ANTARA/Novi H

Kami akan melihat skor atlet saat latihan dan pertandingan. Karena itu akan berbeda
Jakarta (ANTARA) -
Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) bakal menjadikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua sebagai ajang pencarian bibit atlet potensial.
 
Kepada Antara, Selasa, Wakil Ketua Umum IV Bidang Hukum dan Promosi PP Perpani Ikhsan Ingratubun mengungkapkan pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu adalah momentum bagi atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka.
 
"Hasil dari PON Papua itu menjadi pertimbangan Perpani untuk melihat atlet yang memiliki skor atau angka yang baik sebagai bekal kami di Pelatnas (pemusatan latihan nasional)," kata Ikhsan.

Baca juga: Lampung optimistis panahan raih emas PON Papua
 
Menurut Ikhsan, mental seorang atlet akan terlihat ketika menghadapi sebuah perlombaan. Seorang atlet yang memiliki mental bagus, penampilannya akan konsisten sama seperti ketika pada latihan.
 
"Kami akan melihat skor atlet saat latihan dan pertandingan. Karena itu akan berbeda. Atlet tersebut apakah punya mental saat bertanding atau hanya bagus saat latihan saja. Beda tekanannya," Ikhsan menuturkan.
 
Selain itu, kata Ikhsan, PON Papua adalah ajang yang sangat bagus untuk melatih sekaligus memperbaiki mental bertanding atlet.
 
"Sebab, atlet dari berbagai daerah juga akan bersaing dengan atlet Pelatnas yang juga turun membela provinsi masing-masing. Dengan begitu, persaingan akan ada di antara mereka," katanya.
 
Setelah PON Papua, Perpani juga berencana bakal menggelar berbagai kejuaraan.

Baca juga: Indonesia juara umum kejuaraan panahan berkuda internasional di Turki
 
"Kami sudah merencanakannya pada tahun depan. Itu akan dilakukan seperti sebelumnya. Ada event yang sifatnya seperti Sirnas yang juga dijadikan ajang seleksi atau pengumpulan poin," ujar Ikhsan.
 
Selain secara langsung, sambung Ikhsan, tak menutup kemungkinan event nasional juga digelar secara hybrid.
 
"Mungkin saja bisa online. Namun kurang sah karena ini olahraga terukur. Bisa saja pada babak awal itu online, kemudian di ujungnya kita panggil untuk lomba secara langsung. Kita sudah lakukan itu saat seleknas compound," ujarnya.
 
Mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19, PP Perpani juga bakal menerapkan protokol kesehatan setiap kegiatan yang dilakukan. "Pokoknya kita akan mengikuti kebijakan pemerintah," kata Ikhsan.

Baca juga: Venue panahan PON Papua rampung pada April 2021

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Berlangsung sengit, DIY ungguli Kalsel dalam para panahan putri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar