Ahli epidemilogi minta masyarakat tetap waspada meski COVID-19 menurun

Ahli epidemilogi minta masyarakat tetap waspada meski COVID-19 menurun

Warga berjalan di depan videotron mengenai protokol kesehatan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/9/2021). Pemerintah memutuskan melanjutkan PPKM tingkat II-IV di Pulau Jawa-Pulau Bali hingga 20 September 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Jakarta (ANTARA) - Ahli epidemiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Riris Andono Ahmad, meminta masyarakat di Tanah Air tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak lalai meskipun kasus Covid-19 menurun.

"Saat kasus terus menurun, masyarakat diimbau jangan sampai kebablasan menyikapi kondisi itu karena selalu ada potensi kasus naik lagi," kata dia, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Menggugah kesadaran taat protokol kesehatan melalui masjid tangguh

Pada Senin (13/9) penambahan kasus baru Covid-19 tercatat 2.577, angka terendah sejak Juli 2021. Kendati demikian, tetap berperilaku aman dan hati-hati wajib dilakukan setiap orang.

Menurut dia, kasus Covid-19 memang seharusnya terus menurun, salah satunya dikarenakan pemerintah terus melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat secara berkesinambungan.

Baca juga: Menhan sampaikan taat protokol kesehatan wujud bela negara

Penurunan kasus Covid-19 juga dikarenakan adanya kombinasi antara kebijakan PPKM dengan program vaksinasi yang terus diupayakan pemerintah. Dua hal itu akan semakin maksimal bila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"PPKM memang fokus pada pengaturan mobilitas masyarakat. Sekarang tinggal pengaturan mobilitasnya seberapa ketat menggunakan tingkatan PPKM," ujar dia.

Baca juga: Warga taat protokol kesehatan bisa dapat hadiah di Kota Bandung

Penegakan sikap tegas dan konsisten tetap perlu diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan karena bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19. "Kalau melanggar tentu dapat memberlakukan denda atau sanksi, dan yang disiplin juga harus diapresiasi," ujarnya.

Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang PPKM sampai 20 September 2021. Ketua Satuan Tugas PPKM Pulau Jawa-Pulau Bali, Luhut Pandjaitan, mengatakan, pemerintah akan terus memberlakukan PPKM di Pulau Jawa dan Pulau Bali, maupun di luar kedua pulau itu dengan evaluasi setiap pekan.

Baca juga: BPIP: Tokoh tak taat protokol kesehatan menyakiti hati publik

"Arahan presiden, perintah kepada kami, kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul Covid-19 terkendali," kata dia.

Ia juga mewanti-wanti masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan tingkatan PPKM, jangan sampai terjadi euforia yang akan menimbulkan masalah baru atau peningkatan kasus.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kasus mingguan COVID-19 turun 23 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar