Harga cabai turun hampir 100 persen pada awal September

Harga cabai turun hampir 100 persen pada awal September

Pedagang merapikan cabai rawit merah di Pasar Rumput, Jakarta, Senin (10/10). Hujan deras di wilayah DKI Jakarta dan menurunnya pasokan cabai ke pasar tersebut memicu melonjaknya harga cabai dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogramnya. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pras.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat mencatat harga cabai rawit mengalami penurunan secara signifikan atau hampir 100 persen pada awal September 2021 dari kisaran Rp53.000 per kilogram menjadi Rp27.900 per kg.
‚Äč
Selain itu, Pemkot Jakarta Barat juga mendata harga kebutuhan pokok jenis telur juga menurun dari Rp25.000 per kg menjadi Rp21.700 per kg.

Baca juga: Ketersediaan beras di Jakarta capai lebih dari 112 ribu ton

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (Sudin KPKP) Jakarta Barat Iwan Indriyanto di Jakarta, Selasa, mengatakan penurunan harga cabai rawit dan telur itu merata pada delapan pasar yang berada di seluruh kecamatan Jakarta Barat.

Menurut Iwan, harga cabai rawit dan telur sempat melonjak sebelum Agustus 2021 karena pasokan dari produsen sempat terganggu.

Sehingga setiap pasar sempat tersendat menerima stok cabai rawit dan telur. Namun, memasuki September, pasokan berangsur normal.

"Untuk harga cabai merah mengalami penurunan karena distribusi lancar, ketersediaan cukup dan permintaan terhadap komoditi tersebut cenderung tetap," ujar dia.

Sedangkan untuk harga bahan pokok lain seperti daging sapi, daging ayam, bawang putih, beras premium ataupun sedang, gula pasir dan minyak goreng curahan cenderung stabil.

Baca juga: Stok beras di PIBC Jakarta aman hingga bulan depan

Saat ini harga beras premium sebesar Rp13.300 per kilogram, beras sedang Rp11.000 per kilogram, harga minyak kemasan Rp16.000 per liter, bawang putih Rp28.000 per kilogram, daging ayam ras Rp27.300 per kilogram dan daging sapi Rp129.300 per kg.

Walau beberapa harga komoditas stabil dan sebagian turun, Iwan mengaku daya beli masyarakat belum normal karena masih masa pandemi COVID-19.

Iwan berharap harga bahan pokok tidak melambung tinggi sehingga masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Harga komoditas pangan Jakarta cenderung stabil sepekan terakhir

Pewarta: Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementan nilai Pertanian Keluarga di Pandeglang berhasil

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar