Satgas IDI: Selain DKI dan Bali, capaian vaksinasi kurang 20 persen

Satgas IDI: Selain DKI dan Bali, capaian vaksinasi kurang 20 persen

Tangkapan layar Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban (kiri) dalam webinar Vaccinate Our World bertema “Vaksinasi COVID-19 untuk Kita Semua,” yang dipantau dari Jakarta, Selasa (14/9/2021). (Antara/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban mengatakan masih terdapat beberapa provinsi dengan capaian vaksinasi kurang dari 20 persen, kecuali DKI Jakarta dan Bali.

Menurut Zubairi di Jakarta, Selasa, sudah 42 juta orang yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 hingga dosis kedua, sayangnya hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

“Yang lain kurang dari 20 persen. Harus segera dikejar agar penularan semakin turun,” ujarnya, dalam webinar Vaccinate Our World bertema “Vaksinasi COVID-19 untuk Kita Semua". 

Zubairi mengatakan jika dahulu prioritas vaksin COVID-19 memang diberikan untuk DKI Jakarta dan Bali, namun sekarang vaksin COVID-19 telah disebarkan melalui Kementerian Kesehatan, Polri hingga TNI.

Bahkan, menurut dia, sekarang hampir semua jenis vaksin COVID-19 telah ada di Indonesia, kurang lebih sembilan jenis vaksin untuk percepatan penanganan pandemi.

Sehingga, katanya, diharapkan institusi tersebut dapat mempercepat tugasnya dalam pemberian vaksin COVID-19 terhadap masyarakat.

“Vaksin terbaik untuk kita ada di dekat kita, jadi jangan pilih-pilih. Makin banyak memiliki komorbid, makin perlu secepatnya vaksinasi. Pengidap AIDS juga, autoimun juga harus cepat-cepat vaksinasi,” ujar dia.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sri Mulyani optimistis Indonesia siap hadapi varian Omricon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar