Indef: Presidensi G20 akan tingkatkan konsumsi Indonesia

Indef: Presidensi G20 akan tingkatkan konsumsi Indonesia

Presiden African Development Bank, M. Akinwumi Adesina, Presiden Bank Dunia David Malpas, Direktur IMF Kristalina Georgieva, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo, Presiden Senegal Macky Sall, Presiden Guinea Alpha Conde, Presiden Rwanda Paul Kagame, Presiden Republik Demokratik Kongo Felix Tshisekedi, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki berpose untuk foto saat pertemuan G20 Compact with Africa di Berlin, Jerman, Jumat (27/8/2021). ANTARA/REUTERS/Michele Tantussi/WSJ/cfo.

Manfaat secara langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari berbagai kerja sama yang telah disepakati
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan Ibrahim berpendapat Presidensi G20 akan meningkatkan kegiatan konsumsi di Indonesia.

"Hal ini karena sehubungan dengan berlangsungnya acara tersebut, berbagai pertemuan G20 akan melibatkan sektor usaha terkait di dalam negeri," kata Sugiyono kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Selain itu, ia menilai persiapan pertemuan G20 akan mendorong Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan masalah pengendalian pandemi COVID-19 secara lebih baik.

Sebagai tuan rumah G20, Indonesia akan relatif banyak terpublikasikan dalam media massa internasional pada waktu peliputan acara kegiatan G20 tersebut.

Implikasinya, sambung Sugiyono, adalah negara-negara G20 yang memproduksi berbagai vaksin COVID-19 akan semakin baik merespons kebutuhan vaksin di Tanah Air dan bisa lebih cepat mendistribusikannya.

Selain itu, kegiatan tersebut akan membuat pengendalian keamanan di Indonesia semakin meningkat, serta pengendalian emisi karbon dalam bentuk kegiatan ekonomi hijau semakin membaik.

Ia mengatakan kegiatan forum komunikasi tingkat tinggi di antara lembaga pemerintahan level internasional merupakan kegiatan yang biasa diselenggarakan dan pastinya memberi manfaat.

"Manfaat secara langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari berbagai kerja sama yang telah disepakati," ucap Sugiyono.

Indonesia terpilih sebagai Presidensi G20 untuk 2022 nanti, berdasarkan keputusan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Riyadh, Arab Saudi pada November 2020. Serah terima Presidensi G20 dari Italia ke Indonesia akan dilakukan pada KTT G20 di Roma, Italia pada 30-31 Oktober mendatang.

Setelah itu, Indonesia resmi memegang Presidensi G20 2022, berlangsung mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.

Berkaitan dengan G20 2022 nanti, akan ada 150 kegiatan berupa rapat yang terbagi dalam dua jalur, yaitu Sherpa Track mulai 7-8 Desember dan Finance Track pada 9-10 Desember.

Rapat tersebut akan dilakukan secara marathon, mulai dari ministerial meeting, engagement group meeting hingga rapat-rapat setingkat eselon I.

Baca juga: Kominfo: Presidensi G20 Indonesia percepat pemulihan ekonomi
Baca juga: Indonesia angkat inklusivitas dalam presidensi G20 2022
Baca juga: Sri Mulyani ungkap 7 isu prioritas yang dibahas dalam Presidensi G20

 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bali jadi tuan rumah G20, Menteri BUMN: COVID-19 harus terkontrol

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar