IHSG ditutup merosot, meski neraca perdagangan RI Agustus surplus

IHSG ditutup merosot, meski neraca perdagangan RI Agustus surplus

Ilustrasi: Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Dari dalam negeri, rilis data neraca perdagangan yang mencatatkan surplus, belum mampu membawa IHSG ditutup dalam zona hijau
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah, meski neraca perdagangan Agustus mengalami surplus.

IHSG melemah 18,87 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.110,23. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,17 poin atau 0,48 persen ke posisi 866,13.

"Dari dalam negeri, rilis data neraca perdagangan yang mencatatkan surplus, belum mampu membawa IHSG ditutup dalam zona hijau," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Agustus 2021 mengalami surplus sebesar 4,74 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 21,42 miliar dolar AS dan impor 16,68 miliar dolar AS.

Baca juga: BPS: Neraca perdagangan Agustus 2021 surplus 4,74 miliar dolar

Pergerakan pasar saham Asia yang didominasi oleh penurunan sejalan dengan pergerakan indeks saham global yang ditutup mayoritas melemah.

Pada sisi lain menurunnya kepercayaan dari pelaku industri di Jepang yang mencapai level terendah selama lima bulan terakhir sebagai dampak dari gelombang baru Virus Corona yang telah memberikan tekanan pada aktivitas ekonomi di negara tersebut.

Sementara itu rilis data inflasi AS sesuai ekspektasi ekonom. Consumer Price Index (CPI) tumbuh 0,3 persen (mom) atau 5,3 persen (yoy) pada Agustus, sedikit lebih rendah dibandingkan Juli 0,5 persen (mom) atau 5,4 persen (yoy).

Hal tersebut menghilangkan kekhawatiran investor terkait stimulus moneter dari The Fed yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Baca juga: Rupiah ditutup menguat, ditopang data inflasi AS dan pelemahan dolar

Dibuka melemah, IHSG terus terkoreksi hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih tak mampu beranjak dari zona merah sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi yaitu 0,85 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor transportasi & logistik masing-masing 0,64 persen dan 0,49 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu 0,9 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor keuangan primer masing-masing turun 0,76 persen dan 0,62 persen.

Baca juga: Saham China berakhir jatuh, tertekan data lemah dan kebangkitan virus

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp94,86 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.389.173 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26 miliar lembar saham senilai Rp11,57 triliun. Sebanyak 256 saham naik, 255 saham menurun, dan 149 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 158,39 poin atau 0,52 persen ke 30.511,71, Indeks Hang Seng turun 469,02 poin atau 1,84 persen ke 25.033,21, dan Indeks Straits Times terkoreksi 21,76 poin atau 0,71 persen ke 3.058,61.

Baca juga: Bursa Hong Kong ditutup anjlok, terseret saham teknologi dan kasino

Baca juga: Saham Jepang mundur dari tertinggi 3 dekade, Nikkei jatuh 0,52 persen



 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PSBB Jawa-Bali, Airlangga : IHSG positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar