Pemkot Madiun targetkan 80 persen warga tervaksinasi akhir September

Pemkot Madiun targetkan 80 persen warga tervaksinasi akhir September

Data capaian vaksin COVID-19 di Kota Madiun, Jatim, per Rabu (15/9/2021). ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun

Vaksinasi kita sudah 77 persen, insya Allah, September ini bisa sentuh 80 persen
Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menargetkan 80 persen warga sasaran tervaksinasi hingga akhir September 2021 sebagai upaya membentuk kekebalan kelompok untuk mencegah penularan COVID-19.

Wali Kota Madiun Maidi di Madiun, Jatim, Rabu, mengatakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayahnya saat ini sudah melampaui target.

Sesuai data, vaksinasi sudah mencapai 77 persen untuk dosis pertama dari sasaran 154 ribu orang atau lebih cepat dari target pemerintah pusat sebesar 70 persen hingga September ini.

"Vaksinasi kita sudah 77 persen, insya Allah, September ini bisa sentuh 80 persen," ujarnya.

Baca juga: Presiden tinjau program vaksinasi dari pintu ke pintu di Madiun

Kegiatan vaksinasi memang dilakukan siang dan malam, yang salah satunya, melalui program Cangkrukan Bareng Wali Kota dan Shalat Isya Berjamaah.

Vaksinasi sistem jemput bola tersebut cukup efektif dengan setidaknya ada seratusan warga yang divaksin setiap kegiatan. Petugas juga melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah.

"Saat ini, Kota Madiun juga sedang mengejar vaksinasi untuk usia remaja khususnya pelajar SMP. Sebelum PTM, pelajar sudah harus tervaksinasi dan juga akan kita swab antigen," katanya.

Setiap UKS, kata Wali Kota, juga akan disediakan alat antigen dan petugasnya. Harapannya, setiap UKS bisa melakukan pemeriksaan antigen secara mandiri untuk meminimalkan penularan saat PTM sudah berlangsung.

Maidi menyebut peserta didik yang bergejala harus langsung mendapatkan penanganan.

"Kalau setiap UKS bisa melakukan itu, maka penanganan bisa cepat. Jangan sampai menulari yang lain kalau ada yang sakit. Langkah-langkah ini kita ambil demi kesehatan anak-anak kita, sehingga bisa belajar tatap muka seperti dulu," katanya.

Pemerintah Madiun bekerja sama dengan 14 laboratorium swasta melakukan pelacakan secara gratis ke masyarakat.

Maidi menargetkan tracing bisa menyasar 1.400 orang setiap harinya untuk menjaring warganya yang terindikasi terpapar COVID-19. Semakin cepat warganya terdeteksi maka semakin cepat ditangani dan disembuhkan.

"Dengan demikian, kasus COVID-19 di Kota Madiun dapat dikendalikan sebelum warga yang sebetulnya telah terpapar virus corona namun tidak tahu dan menularkan ke orang lain," katanya.

Tercatat, di Kota Madiun kasus konfirmasi positif COVID-19 hingga Rabu mencapai 7.145 orang. Dari jumlah itu, 6.541 orang telah sembuh, 54 dalam perawatan, 57 orang isolasi terpadu, dan 493 orang meninggal dunia.

Per Rabu ini, tambahan kasus terkonfirmasi positif ada empat orang, sembuh 15 orang, dan meninggal dunia satu orang, dengan tracing 108 orang.

Baca juga: Wamenkumham apresiasi capaian vaksin warga binaan Lapas Madiun
Baca juga: Nakes di Kota Madiun mulai terima suntikan vaksin dosis ketiga

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hari pertama seleksi Calon ASN Madiun, 50 peserta gugur

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar