Warga Jabar paling banyak belum divaksin COVID-19

Warga Jabar paling banyak belum divaksin COVID-19

Ilustrasi pemberian vaksin COVID-19. (ANTARA/HO-Kemenkes).

DKI Jakarta dan Bali mencapai lebih dari 50 persen vaksin 2
Jakarta (ANTARA) - Jumlah penduduk yang paling banyak belum mendapatkan vaksin COVID-19 berada di Provinsi Jawa Barat kata pejabat di lingkup Kementerian Kesehatan RI.

"Hingga 3 September 2021, jumlah penduduk yang paling banyak belum mendapatkan vaksin di Jawa Barat, yaitu mencapai lebih dari 27 juta jiwa dari target sekitar 37 juta jiwa," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Kemenkes RI Vivi Setiawaty yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Namun demikian, peserta vaksinasi dosis pertama di Jawa Barat mengalami kenaikan 2 juta penduduk dalam sepekan terakhir, kata Vivi menambahkan.

Berdasarkan laporan mingguan pandemi COVID-19 yang disusun oleh Puslitbangkes bersama sejumlah pihak terkait dilaporkan bahwa provinsi yang penduduknya paling banyak mendapatkan vaksin dosis lengkap adalah DKI Jakarta.

Ia mengatakan populasi penerima dosis lengkap di wilayah DKI sekitar 6,3 juta jiwa, disusul Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan 30 provinsi lainnya paling banyak hanya mencapai 1,9 juta jiwa.

Baca juga: Presiden: Vaksinasi pintu ke pintu bagian percepatan vaksinasi di Aceh

Baca juga: Vaksinasi dalam penentuan PPKM diharapkan dorong percepatan vaksinasi


"DKI Jakarta adalah satu-satunya provinsi yang berdasarkan target tidak lagi terdapat masyarakat yang belum mendapatkan vaksin sama sekali," katanya.

Bahkan capaian DKI Jakarta untuk masyarakat yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama melebihi 100 persen dari populasi, kata Vivi.

Menurut Vivi pencapaian DKI dalam laju kepesertaan penduduk pada program vaksinasi nasional ditempuh melalui pelonggaran syarat administrasi untuk mendapatkan vaksin. "Hanya dengan menunjukkan kartu identitas penduduk, maka mereka yang beralamat di luar DKI Jakarta bisa mendapatkan layanan vaksin di area DKI Jakarta," katanya.

Mengingat DKI Jakarta adalah wilayah dengan lalu lintas penduduk yang sangat tinggi, kata Vivi, maka persentase cakupan vaksinasi dapat terus ditambah.

"Saat ini hanya DKI Jakarta dan Bali yang mencapai lebih dari 50 persen penduduknya sudah mendapatkan vaksin dosis 2," katanya.

Vivi mengatakan sebagian besar jumlah stok vaksin yang tersedia di provinsi kurang dari jumlah penduduk yang belum mendapatkan vaksin dosis 1 maupun 2. Provinsi Jawa Timur, Banten, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Bali, Jambi dan Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki stok lebih dari penduduk yang belum mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2.

Vivi berharap agar pelayanan vaksin mulai digencarkan ke luar pulau Jawa untuk memeratakan persentase penduduk yang mendapatkan vaksin.

"Pemerataan pemberian vaksin di Indonesia sesegera mungkin penting untuk mewujudkan tujuan pemberian vaksin, yaitu menciptakan herd immunity," katanya.

Baca juga: Tito ajak semua pihak dukung percepatan vaksinasi di Papua

Baca juga: Panglima TNI-Kapolri dorong percepatan vaksinasi di Kalbar

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anak usia 6-11 tahun akan dapatkan vaksin Sinovac

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar