Lansia perlu lokasi vaksinasi terjangkau secara geografis dan ekonomi

Lansia perlu lokasi vaksinasi terjangkau secara geografis dan ekonomi

Sejumlah peserta vaksinasi lansia mengantre giliran disuntik vaksin COVID-19 di arena Sport Center Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/9/2021). ANTARA/Andi Firdaus.

Komorbid idealnya tidak menjadi halangan bagi lansia untuk divaksin
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan RI mendorong peran serta pemerintah daerah untuk
menyediakan lokasi vaksinasi yang mudah dijangkau secara geografis dan ekonomi oleh kelompok sasaran lanjut usia (lansia).

"Kelompok lansia harus diprioritaskan untuk menerima vaksinasi. Mari kita bujuk, ajak, daftarkan dan dampingi orang tua kita untuk menerima vaksin COVID-19 di tempat pelayanan vaksinasi terdekat," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dilansir berdasarkan data Kemenkes RI melalui laman dashboard vaksinasi COVID-19, hingga Kamis siang dilaporkan laju vaksinasi dosis pertama lansia 26,81 persen dan dosis kedua 18,95 persen dari total sasaran 21.553.118 jiwa.

Menurut Nadia capaian tersebut masih relatif rendah bila dibandingkan dengan capaian vaksinasi pada kelompok usia lainnya. Sejumlah faktor yang memengaruhi situasi tersebut di antaranya ketidakpastian jadwal vaksinasi hingga lokasi penyelenggaraan vaksinasi yang sulit dijangkau peserta lansia.

Nadia mengimbau para pengambil kebijakan di lingkup pemerintah daerah untuk segera menyusun strategi menggenjot ketertinggalan vaksinasi kelompok lansia mengingat masing-masing daerah memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Baca juga: Pemerintah dorong vaksinasi lansia dan remaja

Baca juga: Persi minta pemerintah perhatikan vaksinasi lansia dan disabilitas


“Disarankan tempat vaksinasi adalah lokasi yang mudah dijangkau oleh lansia, baik secara geografis atau secara ekonomi,” katanya.

Selain itu diperlukan juga sosialisasi yang masif kepada lansia dan keluarganya perihal manfaat dari perlindungan vaksin COVID-19 mengingat angka kematian pada kelompok lansia akibat COVID-19 masih yang tertinggi.

"Keluarga harus bisa meyakinkan bahwa vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia aman dan berkhasiat. Komorbid idealnya tidak menjadi halangan bagi lansia untuk divaksin. Segera konsultasikan kepada dokter bila memiliki penyakit penyerta," ujarnya.

Nadia menambahkan secara umum syarat untuk vaksin lansia sama dengan yang lain. Namun, ada beberapa ada pertanyaan tambahan yang perlu diperhatikan terkait kondisi kesehatan yang meliputi kemampuan fisik dan potensi komorbid.

Beberapa pertanyaan yang akan diisampaikan di antaranya, apakah mengalami kesulitan menaiki sepuluh anak tangga?, apakah punya lima penyakit dari 11 penyakit kronik dan komorbid?, apakah mudah merasa kelelahan, apakah mengalami penurunan berat badan secara signifikan?, apakah mengalami kesulitan dalam berjalan sejauh 100-200 meter?.

"Jika ada tiga jawaban 'ya' atau lebih dari lima pertanyaan di atas, maka vaksin COVID-19 tidak bisa diberikan," ujarnya.

Baca juga: IPADI: Masyarakat perlu persiapkan diri untuk masuki lansia

Baca juga: Pemerintah upayakan peningkatan jumlah vaksinasi COVID-19 lansia

 

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ikut vaksinasi COVID-19, lansia Kota Pekalongan dapat beras

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar