NFT Freddie Mercury dilelang untuk amal

NFT Freddie Mercury dilelang untuk amal

Karya seni MBSJQ tentang Freddie Mercury (Antara/Reuters)

Jakarta (ANTARA) - Empat karya seni ber-token digital, non-fungible token (NFT) yang terinspirasi dari Freddie Mercury dilelang untuk amal.

Dikutip dari Reuters, Jumat, empat karya yang terinspirasi dari mendiang vokalis Queen tersebut dilelang untuk memperingati hari ulang tahun Freddie yang ke-75 tahun.

Baca juga: Kehidupan Freddie Mercury digambarkan dalam novel grafis

NFT tersebut merupakan karya dari Blake Kathryn, Chad Knight, Mat Maitland, dan MBSJQ. Karya-karya tersebut pun akan dijual dalam lelang berjangka waktu di pasar seni digital SuperRare selama 75 jam mulai dari 20 September mendatang.

Tiga karya menampilkan sosok Mercury sementara satu berupa grand piano berwarna putih dengan mahkota di atas bangkunya dan dikelilingi kolam ikan dengan ikan-ikan mas berenang di dalamnya.

Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa nantinya hasil dari penjualan karya seni tersebut akan disumbangkan ke The Mercury Phoenix Trust, sebuah badan amal AIDS yang didirikan oleh anggota Queen Brian May dan Roger Taylor serta manajer Queen Jim Beach.

"Freddie Mercury meninggalkan brief kreatif yang sangat sederhana kepada dunia atas kematiannya. Anda dapat melakukan apa pun yang Anda inginkan dengan pekerjaan saya, jangan pernah membuat saya membosankan," kata SuperRare dan Mercury Phoenix Trust dalam pernyataannya.

Freddie Mercury merupakan vokalis dari grup band Queen yang lahir pada tanggal 5 September 1946. Dia meninggal karena pneumonia terkait AIDS pada tahun 1991.

Pasar untuk NTF-aset berbasis kepemilikan barang rekaman digital seperti gambar-gambar dan video yang diperjualbelikan dengan mata uang crypto-kini makin laris manis meski banyak orang yang meragukannya mengingatkan bahwa itu hanyalah fenomena "bubble" semata.



Baca juga: Queen tayangkan konser tribute Freddie Mercury untuk galang dana

Baca juga: Anggota Queen peringati ulang tahun Freddie Mercury

Baca juga: Kisah nyata di balik "Bohemian Rhapsody"


Penerjemah: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

ANTARAKITA - Part 1 - Ketika Syaharani and Queenfireworks bicara Album Aloha

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar